nasional

201 Personel SAR Bandung di Karawang Dikerahkan Menuju Lokasi Bunyi “Ping”

Infografik Black Box [Syahid]

OPSI.ID, Karawang – Kantor SAR Bandung menyiapkan sebanyak 201 personel untuk dikerahkan ke lokasi bunyi ‘ping’ di perairan Tanjung Karawangm Karawang Jawa Barat hari ini, Kamis 1 November 2018. Bunyi itu diduga berasal dari kotak hitam Pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 yang jatuh Senin 29 Oktober 2018.

“Kami belum bisa memastikan apakah benar badan pesawat atau kotak hitam telah ditemukan, namun seluruh personel kami sudah siap diberangkatkan pada pencarian hari keempat,” kata Humas SAR Bandung, Joshua Banjarnahor di Karawang, Rabu malam seperti dilansir Antara.

Ratusan personel SAR itu hingga semalam masih disiagakan di pesisir Pantai Tanjung Pakis, Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang, dengan menempati tenda-tenda yang disiapkan. Bila kabar tentang kotak hitam pesawat itu benar adanya, kata dia, maka seluruh personel SAR dari Jakarta maupun Jawa Barat akan dikerahkan membantu proses evakuasi ke perairan.

Kepala Basarnas, Muhammad Syaugi memastikan bunyi “ping” itu.

“Kami menemukan ‘ping locater’, di kotak hitam ada perangkat itu. Saya dan Pak Panglima (Panglima TNI) sudah mendengarkan suaranya,” kata Kepala Basarnas Muhammad Syaugi dalam konferensi pers di dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Rabu malam, dilansir Antara.

Menurut penjelasan yang ia berikan, ada dua bunyi ping yang berbeda dengan intensitas kuat dan agak lemah. Ia menduga, bunyi ping yang agak lemah tersebut berasal dari salah satu bagian kotak hitam yang sudah tertutup pasir atau endapan dasar laut.

Usai mendapat temuan tersebut, sejumlah penyelam handal dari Taifib dan Marinir serta sebuah “Remote Operating Vehicle” (ROV) pun dikerahkan untuk memastikan asal sinyal ping di bawah laut tersebut.

Namun, arus deras sempat membuiat ROV akan terbawa arus itu, meski kembali bisa terkendali. BAdan pesawat sendiri belum ditemukan, namun, tim SAR menemukan barang baru di dasar laut yang diduga kuat berasal dari pesawat yang dicari itu.

“Kami sudah bisa lihat barang-barang penumpang, ada majalah yang biasa ditaruh di kursi penumpang. Terlihat baru, tidak ada lumpur atau karang yang menutupi. Itu ditemukan di dasar laut, bukan di permukaan,” kata Syaugi.

Penulis:dian

Editor :dian

Sumber :Antara