News

700 Keluarga di Kota Bekasi Mencari Nafkah dari Ikan Hias

OPSI.ID, Bekasi – Menurut data paguyuban pembudidayaan ikan bekasi (PPIB) 700 kartu keluarga (KK) di Kota Bekasi, mencari nafkah dari ternak sampai distribusi ikan hias.

Diketahui, Kota Bekasi merupakan penyumbang terbesar ikan hias se-Jawa Barat. Sedangkan Jawa Barat peringkat kedua se-Indonesia untuk penyuplai ikan hias.

Dari 700 KK yang mencari nafkah melalui ikan hias, hanya 200 KK yang terdaftar aktif di PPIB”, kata Ketua PPIB, Andri Samudra, saat ditemui di Kios UPTD ikan hias, Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin (4/1/2019).

Hal ini, menjadikan peternak dan penjual ikan hias kurang mempercayai komunitas serta pemerintah daerah dalam mencari solusi mengenai ikan hias.

Padahal, sambung Andri, di Kota Bekasi, lebih banyak peternak dibanding penjual. Namun ironisnya pasar ikan hias adanya di Parung bukan di Kota Bekasi.

Dengan tidak adanya pasar ikan hias, penjual dan pembeli justru ke daerah lain, padahal potensi terbesar ada di Kota Bekasi, ujar Andri.

Dalam hal ini, bebernya, keluhan selalu saya tampung, dan kebanyakan mereka hanya butuh perhatian lanjut, dan dapat lebih mudah menjual produknya dengan harga yg optimal.

Andri menambahkan, semoga suatu saat kita mempunyai satu central untuk pemasaran ikan, kita harap ada satu wadah dalam mempromosikan produk ikan hias secara terbuka.

Padahal, sambungnya, harga ikan hias bisa kita tentukan ditiap daerah, dan itu bisa menjadi pemasukan yang menjanjikan dalam bisnis ikan hias, pungkasnya.

Sementara, Kepala Uptd Ikan Hias, Wiratma Puspita, menyampaikan, saat ini kita baru mempunyai wadah di wilayah halaman UPTD Ikan Hias, dengan fasilitas seadanya.

Dengan ini, kami akan coba cari solusi dalam usulan para penjual dan peternak ikan hias, serta kita akan rundingkan dengan komunitas yang ada.

Penulis:Nugie Nugroho

Editor :Redaksi

Sumber :OPSI.ID