Daerah

Banyak Siswa SMA dan SMK di Jember Belum Masuk Dapodik Karena Tidak Menyerahkan Ijasah SMP

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Jember Lutfi Isa Ansori. Foto: Kusbandono.

OPSI.ID, Jember– Banyak siswa SMA-SMK di Kabuoaten Jember terpaksa namanya harus ditandai merah dalam Dapodik, karena sampai hari ini belum menyerahkan ijasah SMP kepada sekolah. Setelah ditelusuri ternyata siswa tersebut memang belum mendapat ijasah dari sekolah SMP nya.

Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Jember Lutfi Isa Ansori, kondisi tersebut terjadi hampir di semua SMA-SMK.

Seharusnya saat masuk SMA atau SMK, seluruh siswa harus sudah menyetorkan sejumlah data, termasuk nomor peserta Ujian Nasional dan nomor register ijasah SMP. Karena data itulah nanti yang akan menjadi dasar masuk dalam Dapodik.

“Siswa kelas 1 Sekolah Menengah Atas (SMA) masih banyak yang belum menyetorkan, Ijazah SMP kepada sekolah. Sehingga siswa yang belum menyetorkan akan diberikan tanda merah didalam Dapodik.” Kata Luthfi kepada wartawan, Senin 28 Januari 2019.

Namun setelah ditelusuri lanjut Lutfi, ternyata kondisi ini terjadi akibat banyak SMP di JEMBER tidak memiliki Kepala Sekolah definitif.

Sedangkan PLT Kepala Sekolah kewenangannya terbatas, termasuk tidak bisa menandatangani ijasah. Kondisi ini menurut Lutfi mengganggu sisa untuk naik ke kelas 2, karena ada proses administrasi Dapodik yang harus dilalui.

“kondisi tersebut hampir terjadi di semua SMA dan SMK yang ada di Jember.” Ujarnya.

Lutfi berharap persoalan ijasah ini bisa segera diselesaikan oleh masing-masing SMP yang bersangkutan, agar tidak menghambat proses administrasi siswa yang saat ini sudah menjalani proses pendidikan di SMA dan SMK.

“Bila melihat aturan, semua siswa yang mendaftar ke sekolah yang dituju wajib menyerahkan sejumlah data. Seperti nomor ujian nasional, nomor seri ijasah dan berkas lainnya.” Pungkasnya.

Penulis:Kusbandono

Editor :Yudha Maulana

Sumber :OPSI.ID