Kabar Lapangan

Mario Gomez Banyak Langgar Klausul Kontrak di Persib

Pelatih Persib Mario Gomez (Eka / OPSI.ID)

OPSI.ID, Bandung – Cinta bertepuk sebelah tangan dialami Roberto Carlos Mario Gomez. Pelatih asal Argentina tersebut masih ingin membesut Persib Bandung.

Namun, manejemen PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) memutus kontraknya. Padahal kontraknya masih menyisakan durasi sampai musim depan.

Awalnya, Persib merekrut Mario Gomez sebagai pelatih anyar sejak Desember 2017. Pengalamannya sebagai asisten Hector Cuper di Inter Milan serta menangani beberapa klub baik di kawasan Asia maupun Amerika Selatan jadi salah satu pertimbangannya.

Terlebih, sebelum menangani Persib, pelatih berusia 61 tahun itu juga mengukir prestasi membanggakan di Malaysia bersama klub Johor Darul Ta’zim (JDT). Ia membawa JDT meraih gelar Liga Super Malaysia 2015 dan memenangkan Piala AFC 2015.

Sayang, harapan Persib untuk meraih prestasi membanggakan bersama Mario Gomez tak terwujud. Pada akhirnya, tim Maung Bandung pun memutuskan untuk mengakhiri kerja samanya dengan Mario Gomez.

Direktur PT PBB Teddy Tjahjono menuturkan pemutusan kontrak Gimez bukan tanpa alasan. Pria 61 tahun banyak melakukan kesalahan.

Sepanjang melatih Persib, Mario Gomez memang kerap melakukan kesalahan-kesalahan yang mungkin jadi bahan pertimbangan manajemen untuk melepasnya.

“Gomez melakukan kesalahan. Memang secara prestasi dia bagus. Tapi attitudenya yang tidak bagus,” ujarnya.

Gomez termasuk salah satu sosok kontroversial, banyak komentarnya yang membuat panas kuping manajemen. Menjelang akhir musim, Gomez pernah mengkritik sikap manajemen yang dinilainya tidak peduli dengan kondisi sulit yang tengah dialami Maung Bandung.

Kondisinya kala itu Persib tengah menjalani sanksi larangan menggelar laga kandang di pulau Jawa dengan tanpa penonton hingga akhir musim. Situasi sulit tentunya bagi Persib, hingga performa mereka pun menurun dan terlempar dari persaingan juara.

Gomez menilai, manajemen seakan acuh dengan kondisi Persib. Dia bahkan menyebut tidak ingin bertahan di Persib andai di jajaran manajemen masih ada nama Glen Sugita (Dirut PT PBB) dan Teddy Tjahyono.

Manajer Persib, Umuh Muchtar pun sebelumnya pernah mengatakan bahwa komentar tersebut merupakan kesalahan fatal Gomez.

Tak hanya itu, Gomez juga pernah berseteru dengan beberapa pemainnya. Hal tersebut dikarenakan pelatih asal Argentina itu menuduh lima pemain Persib terlibat dalam pengaturan skor saat Persib kalah 0-1 dari PSMS Medan.

Hal tersebut membuat kondusifitas tim terganggu. Imbasnya lima pemain tidak di bawa Gomez saat melawan ke Magelang untuk menghadapi PSIS Semarang. Dalam laga tersebut Persib takluk tiga gol tanpa balas.

“Jadi anggap saja di suatu perusahaan. Semua tertuang dalam kontrak kerja. Ada kesalahan pertama, kita panggil dengan baik-baik, tidak bisa dikasih tahu, ya SP (Surat Peringatan) 1, melakukan kesalahan lagi, kami panggil lagi dengan cara yang baik, masih tidak nurut, ya SP 2 dan seterusnya sampai SP 3,” pungkasnya.

Penulis:Kaivan Prakasa

Editor :Iqbal Kukuh

Sumber :OPSI.ID