Daerah

Kiat Sukses Petani Jamur Bermodal Rp.1 Juta

Chuzaimah sedang menggeluti bisnis yang ditekuni yakni pembuatan baglog Jamur Tiram (Dok. Opsi.id)

Pasuruan. Opsi.id- Saat bicara tentang jamur, mayoritas orang mungkin akan berpikir bahwa jamur itu beracun dan butuh perlakuan khusus jika hendak dimasak agar aman dari racun. Padahal nyatanya, tidak semua jamur itu beracun. peluang usaha budidaya jamur tiram cukup menjanjikan sedikit orang yang menangkap peluang tersebut. sebab, butuh keuletan dalam menjalan usaha ini. di tangan Chuzaimah (44) mantan bu Kades yang saat ini sedang mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Sebandung Kec. Sukorejo Kab. Pasuruan, Priode 2019. budidaya jamur tiram gampang gampang sulit, perlu kesabaran dalam memproses.
Dia salah satu perintis usaha budidaya jamur di Sukorejo dan sekitarnya yang hingga kini sudah berjalan 2 tahun dan tergolong berhasil. Jika tadinya kesulitan memasarkan jamur tiram lantaran stigma di tengah masyarakat bahwa jamur itu beracun, kini terjadi sebaliknya. Dia justru kesulitan memenuhi tingginya permintaan.
Istri dari Achmad Kasir ini mengisahkan, usahanya dimulai tahun 2018 lalu dengan modal Rp 1 juta, usaha yang dia rintis hasil dari sang anak yang saat itu berkulia disalah satu Universitas terkenal di Malang, melihat peluang bisnis jamur kala itu, lantas anaknya memanfaatkan limbah dari kayu untuk diproduksi menjadi jamur tiram, awalnya yach tidak banyak produksinya. Ujar Huzaimah
Dari hasil panen jamur tiramnya dia jual dengan harga Rp.14.000 per/kg, Saat ini bukan hanya menjual produk jamur melainkan juga mmproduksi bibit jamur tiram perbaglog ia jual dengan harga Rp.3.500. disinggung tentang pemasaranya sudah sampai ke Surabaya,” kemaren permintaan bibit jamur saya kirim ke surabaya, karena banyaknya peminat sementara produksi minim, terpaksa dibagi rata, Alhamdulilah hasilnya buat menyambung hidup”,Ungkapnya

Menghadapi musim kemarau seperti ini produksi jamur memang agak menurun. Akan tetapi Chuzaimah memiliki strategi tersendiri “Jadi kita agak mengurangi produksi baglog, kalo jamurnya tidak tumbuh kan masa suburnya jamur itu juga agak lama jadi agak memperkecil produksi, mengingat biaya produsi juga tidak sedikit”. pungkasnya.

Penulis:Ismail

Editor :redaksi

Sumber :OPSI.ID