Kabar Lapangan

Pedagang Sudah Tak Jual Kaos Persib Bernada Rasisme

Kaos bertuliskan Viking dan The Jakmania yang dijual di Bandung. (OPSI.ID/CR01)

OPSI.ID, Bandung – Di depan Stadion Siliwangi, Kota Bandung, baju-baju berwarna biru dan hitam digantung pada tali yang membentang dari pohon ke pohon.

Baju-baju yang dominan berwarna biru dan bertemakan klub sepakbola Persib tersebut merupakan barang dagangan milik Tono (32),

Di lapaknya yang sederhana, di jalan Lombok, dia menjual pakaian dari mulai kaos, jersey, syal, kupluk, serta aksesoris lainya yang juga bertemakan Persib.

Berdagang adalah pekerjaannya, namun dia juga adalah seorang bobotoh yang mendukung dan mencintai Persib. Jika Persib berlaga, maka dia beserta pedagang lain akan pergi ke stadion tempat pertandingan dilaksanakan, sambil menggelar lapaknya di sekitar stadion.

Bijaknya, dia tidak menjual pakaian bertuliskan rasis terhadap tim dan suporter lain.

“Saya sudah tidak menjual pakaian-pakaian bertuliskan rasisme. Saya jamin, di Bandung penjual lain pun sudah tidak ada yang menjualnya,” kata dia kepada OPSI.ID di lapaknya, Rabu 17 Oktober 2018.

Dia menambahkan, kebencian antar suporter pun bisa dipicu oleh tulisan-tulisan di kaos.

Semenjak kematian bobotoh Rangga, katanya, hal tersebut sudah tidak dia lakukan, apalagi kemarin setelah kematian suporter Persija, Hirangga Sirla.

“Pedagang yang ngelapak itu udah enggak jual kaos-kaos model begitu. Kalau ada, itu di toko online,” katanya.

Hal senada disampaikan Usep (31) di tokonya, Tisna Sport.

“Saya nyebutnya baju perdamaian, ini pernah dipakai oleh Kang Emil (Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat),” katanya sambil menunjukan jersey berwarna biru dan merah, dengan tulisan “Viking The Jack” dan dibelakangnya “Indonesia Satu.

Mereka berharap, kejadian kriminal hingga pembunuhan tidak terulang kembali.

Penulis:Hendra Sandi Nugraha

Editor :dian

Sumber :OPSI.ID