News

Pertanyakan Perihal Aduan Dugaan Pembuangan Limbah Medis di Desa Pendurenan kota Bekasi,AWPI Bekasi Raya Datangi GAKKUM KLHK RI

Ketua AWPI Bekasi Raya pertanyakan kelanjutan aduan (AWPI) ke Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (GAKKUM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI), Rabu (8/5/19) siang.

OPSI.ID, Jakarta – Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Bekasi Raya, secara serius mempertanyakan kelanjutan aduan (AWPI) ke Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (GAKKUM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI), Rabu (8/5/19) siang.
Sebelumnya, menanggapi aduan AWPI, terpantau Tim GAKKUM KLHK bersama Perwakilan Pemerintah Daerah Kota Bekasi sudah turun kelokasi guna pengecekan perihal dugaan kuat terdapat aktivitas secara ilegal pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Infeksius, di Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Selanjutnya, secara resmi Kementerian LH, melalui Ditjen GAKKUM LHK (Direktorat Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi) kepada AWPI menyampaikan Surat perihal Informasi Penanganan Aduan dengan Nomor surat A.S478/ PPSA/ PP/ GKM.0/ IV/ 2019, didalamnya berisi uraian tindaklanjut GAKKUM LHK perihal aduan yang disampaikan secara langsung oleh Organisasi AWPI pada tanggal 18 Februari 2019 terkait dugaan Pembuangan dan Penimbunan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) medis infeksius berupa Jarum suntik, botol ampul dan pipet/ spuit di tanah kosong dengan alamat Pedurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Berikut beberapa hal yang disampaikan :
1. Direktorat Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi telah melakukan
verifikasi lapangan pada tanggal 4 – 6 Maret 2019, dan fakta dilapangan pengaduan
tersebut ‘Terbukti benar’.
2. Berdasarkan pengaduan dan fakta hasil temuan lapangan, saat ini sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Kepala Sub Direktorat Jenderal Penegakan Hukum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Benny, menerangkan saat ini penanganan kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Direktorat Pidana.
“Kasus Pengaduan Dugaan Pembuangan Limbah Medis di Desa Pendurenan kota Bekasi, dari Direktorat Pengaduan, Pengawasan dan Sangsi administrasi telah dilimpagkan ke Dit. Penegakan Hukum Pidana dalam posisi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami akan cek untuk perkembangannya,” ungkap Benny.
Sementara itu, Ketua AWPI DPC Bekasi Raya, Lengkong, mengapresiasi tindak lanjut sejauh ini, juga mengharapkan pihak GAKKUM LHK dan Pemda Kota Bekasi dalam kewenangannya agar semaksimalnya, bahkan secepatnya dapat mengupayakan secara baik, perihal perbaikan lingkungan yang ditengarai terdampak tersebut.
“Tentu Kami mengapresiasi tindak lanjut GAKKUM LHK sejauh ini. Selanjutnya kami berharap agar semaksimalnya, bahkan secepatnya diperhatikan perihal perbaikan lingkungan dilokasi (ditengarai terdampak) tersebut,” pungkas Lengkong.
Lebih lanjut Lengkong mengatakan, “Kami sejauh ini bersemangat turut berkontribusi peduli, menjalankan fungsi kontrol sosial, serta berpartisipasi dalam kepedulian perihal perbaikan lingkungan hidup di NKRI, khususnya di Bekasi Raya,” imbuh dia.

Penulis:Tim

Editor :Redaksi

Sumber :OPSI.ID