Biz Corner

Sanksi PSSI Bikin Pedagang Kaos Persib Rugi

deretan kaos persib di Jalan Lombok, Kota Bandung. (OPSI.ID/CR01)

OPSI.ID, Bandung – Para pedagang pakaian bertema Persib merasa dirugikan sejak PSSI menjatuhkan sanksi terhadap Persib.

“Bisa dibilang semua pedagang pakaian bertemakan Persib itu 100 persen rugi. Dulu, sebelum kejadian (supporter tewas), tiap hari itu ada penglaris. Tapi kalo sekarang enggak ada sama sekali. Paling seminggu cuma satu atau dua, lah” kata Tono (32), seorang pedagang pakaian Persib di lapaknya, di Jalan Lombok, Bandung, kepada OPSI.ID, Rabu 17 Oktober 2018.

Lapak Tono terbilang sederhana. Di jalan Lombok, depan Stadion Siliwangi dia menggantungkan barang dagangannya menggunakan tali yang dibentangkan dari pohon ke pohon lain.

Barang dagangnya terdiri atas kaos, jersey, bendera serta syal.

Tono sangat menyayangkan terhadap keputusan PSSI. Dia sebagai pedagang sekaligus bobotoh merasa dicurangi. Menurutnya PSSI itu tidak adil.

“Sebagai bobotoh juga saya memperhatikan. Saya yakin, jikapun ada perubahan di tubuh PSSI, itu bukan perubahan besar” katanya.

Di lapaknya, Tono menceritakan bagaimana dia menjual dagangannya. Jika Persib sedang berlaga di GBLA di kawasan Gede Bage, maka dia dan pedagang lain akan berbondong-bondong pergi ke sana, menggelar lapak di sekitar stadion. Begitupun jika Persib sedang tandang.

“Kalau Persib tandang ke luar kota pun saya sama teman akan dagang juga, biasanya janjian naik mobil sambil bawa barang dagangan. Alhamdulillah, meskipun di luar kota, pasti ada saja yang beli,” kata dia, megenang.

Berkaitan dengan hal tersebut, padahal jauh-jauh hari dia akan pergi ke Jakarta saat pembukaan AFC 2018. Namun dia merasa ragu sebagai orang Bandung untuk pergi dan menggelar lapaknya.

Perihal meninggalnya suporter Persija, Haringga Sirla, menurutnya oknum pelaku tersebut bukanlah bobotoh. Itu adalah tindakan kriminal, apalagi kejadiannya diluar stadion.

Senada dengan pedagang lain, Usep (31), kerugian pun dia rasakan semenjak sanksi PSSI.

“Bukan saja rugi, tapi lesu. Efeknya sangat terasa sekali. Penjualan turun drastis. Kalo di bilang rugi, ya rugi” katanya di toko Tisna Sport.

Penulis:Hendra Sandi Nugraha

Editor :dian

Sumber :OPSI.ID