Peristiwa

Suami di Ajak Minum, Istri di Gagahi !! Suami Istri Akan Lapor Polisi

Sugik bertopi sebelah tengah yang diduga tega menggagahi istri temannya sendiri. (foto Istimewah)

OPSI.ID,Malang kabupaten – Pagar makan tanaman itulah peribahasa yang tepat untuk Sugik, warga Dusun Pancuran, Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ini.
Pasalnya, dengan tega dia telah memperkosa Rofiah yang merupakan pasangan temanya sendiri warga Desa Pandansari Rt 05/09, Kecamatan Poncokusumo yang sekaligus adalah istri Peni, teman karibnya sendiri.
Kelakuan bejat itu dilakukan pada hari Selasa tanggal 11 Februari lalu sekitar pukul 01.00 wib dini hari dirumah Peni sendiri.
Bermodal minuman yang diduga telah dicampuri obat bius, dia berhasil menggagahi istri temannya itu.
Kejadian bermula saat  kurang lebih sekitar jam 11 00 malam, Peni kedatangan tamu yang tak lain adalah Sugik sahabat karibnya dengan membawa botol minuman yang katanya adalah jamu.
Disitulah Peni mulai dirayu oleh Sugik dengan mengajak minum- minuman tersebut yang katanya hanya sebatas obat jamu kuat.
Tak ada prasaan curiga sama sekali, Peni pun langsung menegguk minuman itu, namun ada yang aneh, hanya beberapa teguk dia meminum kepalanya sudah mulai terasa pusing dan langsung tak sadarkan diri.
Entah apa yang terjadi, selang beberapa jam begitu dia sadar dari dalam kamarnya terdengar jerit rintihan  suara istrinya. Dengan langkah sempoyongan dia berusaha untuk menghampiri suara rintih tersebut dikamarnya, meski dengan sedikit tenaga yang tersisa, pintu kamar tadi lalu didobrak sekuat tenaga, dan ternyata di dalam kamar tersebut Sugik sedang melakukan hubungan intim dengan istrinya.
Sontak, amarah juga emosi peni langsung meledak kala itu, namun apa daya kondisinya sendiri tak mampu berbuat lebih banyak selain mengumpat perbuatan bejat Sugik .
Tak terima dengan perbuatan Sugik, keesokannya Peni pun langsung melaporkan masalah ini kepihak desa, dari pengakuan istrinya sendiri mengatakan, jika saat itu dia dipaksa oleh Sugik dan tak mampu berontak dari tangan kasar yang memaksa supaya dirinya mau melayani nafsu birahi Sugik.
Apa daya seorang wanita lemah, akhirnya diapun pasrah karena saat itu Sugik juga mengancam Rofikah agar tidak berteriak serta harus menuruti semua hawa nafsu yang tengah melanda sahwatnya.
Namun pertemuan di kantor Desa Pandansari sendiri sama sekali tidak menemui titik penyelesaian masalah, dikarenakan Sugik sendiri tak mau hadir kekantor desa, sampai akhirnya Peni beserta istrinya saat ini langsung mengambil langkah ke jalur hukum, dengan cara hendak membuat LP maupun pengaduan ke Polres Malang unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak).
Saat ini juga Sugik terancam dipolisikan dengan dasar telah melakukan perbuatan pemerkosaan sesuai dengan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman pidana penjara12 tahun kurungan penjara.

Penulis:Taufik Ismail

Editor :Redaksi

Sumber :OPSI.ID