News

Viral, Karangan Bunga Akreditasi PKM Kotabaru Tertulis Kata Puitis

OPSI.ID, Bekasi – Akreditasi yang dilakukan oleh surveyor merupakan penugasan dari komisi akreditasi kepada pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dalam meningkatkan mutu pelayanan.

Tujuan utama akreditasi puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu, sistem penyelenggaraan pelayanan serta program dan penerapan manajemen risiko. Tentu saja akreditasi ini bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi.

Dalam akreditasi kali ini, puskesmas Kotabaru, Bekasi Barat alami hal unik ditengah berjalannya proses penilaian yang terpantau OPSI pada Selasa (17/9).

Terlihat pada karangan bunga yang terpajang di gerbang puskesmas itu, merupakan dukungan sekaligus pernyataan sikap seorang suami yang ditinggal istri dari pagi hari hingga menjelang tengah malam.

Diketahui, para istri yang meninggalkan suami itu merupakan para petugas staf puskesmas Kotabaru yang sedang melakukan persiapan akreditasi sampai lembur demi melengkapi kekompakan internal puskesmas.

“Teruntuk kekasih hatiku.. Badai pasti berlalu.. Salam Paripurna.. Dari ikatakan suami-suami staf UPTD Puskesmas Kotabaru yang merasa ditinggal istri,” itu ukiran kata puitis yang tertulis dikarangan bunga.

Saat ditemui awak media, Kepala UPTD Puskesmas Kotabaru, Yanuar Aryando menjelaskan arti karangan bunga tersebut.

“Karangan bunga itu merupakan bentuk dukungan para suami kepada sang istri ketika suami ditinggal lembur,”kata Yando sapaan akrabnya.

Sebelumnya, Yando memberikan surat pemberitahuan kepada para suami secara tertulis, bahwa dalam masa proses akreditasi, para petugas puskesmas lembur jam kerja hingga malam hari. “Mengingat staf puskesmas mayoritas wanita yang sudah berumah tangga,”kata Yando.

Dikatakan, surat pemberitahuan sengaja diajukan, guna menghindari kesalahpahaman dalam melakukan tugas di puskesmas. “Karna dulu pernah ada staf saya sampai terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),”terangnya, sambil mengingat saat tugas di puskesmas lain.

Yando juga mengatakan, karangan bubga yang dibuat para suami, adalah bentuk dukungan dalam mensukseskan proses akreditasi.

Sementara itu, ketika melakukan kunjungan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati merasa terkejut dan kagum dengan karangan bunga yang dilihatnya ketika beranjak pergi meninggalkan lokasi puskesmas.

Tanti pun memberikan komentar, bahwa hal unik ini membuat dirinya yakin, puskesmas Kotabaru benar-benar kompak dan mempunyai jiwa kreatifitas yang dimiliki oleh seluruh petugas puskesmas.

“Justru saya baru lihat, itu mungkjn dari para staf yang ditinggal para istri ya,”tutur Bunda sapaan akrabnya dengan senyuman sejuknya.

Penulis:Nugie Nugroho

Editor :redaksi

Sumber :OPSI ID