Site icon Opsi.ID

Album IV: Anastasis Milik Seringai Resmi Dirilis

Grup band Seringai. (Foto: Istimewa)

Grup band Seringai. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Grup band metal beroktan tinggi asal Indonesia, Seringai, resmi merilis album terbaru bertajuk IV: Anastasis pada hari ini, Kamis, 16 April 2026. Album ini menjadi karya pertama mereka setelah kehilangan gitaris sekaligus pendiri band, Ricky Siahaan, yang meninggal dunia akibat serangan jantung seusai tampil di Tokyo, Jepang, pada 19 April 2025.

Kehilangan Ricky menjadi pukulan besar bagi Seringai dan para penggemarnya. Namun, album ini menjadi sinyal kuat bahwa band tetap berkomitmen untuk berkarya dengan formasi yang tersisa.

Manajer Seringai Wendi Putranto menyampaikan bahwa album IV: Anastasis akan dirilis pada 16 April 2026. Setelah itu, sebuah perayaan peluncuran akan digelar pada 23 April 2026.

“Album ini akan dirilis pada 16 April 2026. Setelahnya, kita akan ada semacam release party pada 23 April 2026,” ucap Wendi Putranto.

Vokalis Arian 13 menjelaskan bahwa album ini berisi 12 lagu, yang dalam proses penulisannya masih melibatkan Ricky Siahaan. Selusin lagu tersebut menghadirkan banyak pembaruan musikal, dengan format fisik album dijadwalkan meluncur pada 23 April 2026.

Daftar lagu mencakup Melunaskan Dendam, Matinya Kepakaran, Sejati, Senarai Feses, Perang Bintang (cover Punk Modern Band), Sang Lelaki, N.P.D.A., Membungkam 98, Habis Gelap Terbitlah Suram, Pulang (New Version), Akar, dan Tirani Lagi.

Drummer Edy Khemod menambahkan bahwa lagu Akar menjadi istimewa karena masih menampilkan petikan gitar akustik Ricky.

“Akar adalah lagu instrumental. Petikan gitar akustik dimainkan oleh Ricky, lalu kita garap menjadi format band. Ini satu-satunya lagu di album ini yang gitarnya masih dimainkan Ricky,” ujarnya.

Seringai dikenal sebagai salah satu band metal paling berpengaruh di Indonesia sejak awal 2000-an. Mini album High Octane Rock (2004) memperkenalkan identitas musik mereka dan menempatkan nama Seringai di peta musik keras.

Kesuksesan berlanjut dengan album penuh Serigala Militia (2007), disusul Taring (2012), dan Seperti Api (2018) yang menegaskan konsistensi mereka dalam menghadirkan musik metal berkarakter kuat.

Dengan hadirnya IV: Anastasis, Seringai menambah catatan penting dalam perjalanan diskografi mereka.

Album ini bukan hanya bukti kemampuan bertahan di tengah kehilangan salah satu personel inti, tetapi juga penanda bahwa semangat dan energi band tetap menyala untuk terus menginspirasi penggemar musik keras di Indonesia dan dunia. []

Exit mobile version