Jakarta — Alokasi anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) untuk kegiatan event organizer (EO) senilai Rp 113,9 miliar menjadi perhatian publik. Anggaran tersebut tercatat dalam 31 paket pekerjaan yang tersebar pada 16 perusahaan.
Data Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menunjukkan, tiga perusahaan dengan nilai kontrak terbesar adalah Maria Utara Jaya (Rp 18,47 miliar), Anugrah Duta Promosindo (Rp 17,42 miliar), dan Falah Eka Cahya (Rp 16,59 miliar). Ketiganya menyerap hampir separuh dari total anggaran.
Pengamat kebijakan publik Andi Pratama menilai, penggunaan anggaran publik perlu diukur berdasarkan dampaknya terhadap masyarakat. “Kegiatan sosialisasi penting, tetapi harus tetap proporsional dan efektif,” ujarnya.
Direktur Transparansi Anggaran Nusantara, Rina Kusuma, menambahkan bahwa indikator keberhasilan program perlu dibuka secara jelas kepada publik. “Yang penting bukan hanya kegiatan terlaksana, tetapi dampaknya terhadap perubahan perilaku gizi,” katanya.
Baca juga: Program MBG Perkuat Komitmen Pemerintah Atasi Permasalahan Gizi dan Tingkatkan Kualitas SDM
Menanggapi hal tersebut, juru bicara BGN Arief Wibowo menjelaskan bahwa penggunaan EO merupakan bagian dari strategi edukasi publik. “Kami berupaya menjangkau masyarakat secara luas melalui kampanye dan sosialisasi yang terstruktur,” ujarnya.
Menurut Arief, seluruh proses pengadaan telah dilakukan sesuai regulasi dan menjadi bagian dari upaya terpadu peningkatan kualitas gizi.
Sejumlah pihak mendorong agar pemerintah terus meningkatkan transparansi dan evaluasi program, sehingga anggaran yang digunakan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.[]
