Jakarta – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengusulkan besaran tarif jalan berbayar elektronik atau electronik road pricing (ERP) maksimal Rp 19.900, untuk sekali melintas di beberapa ruas jalanan di Ibu Kota.
Kepala Unit Pengelola Sistem Jalan Berbayar Elektronik (JBE) Dinas Perhubungan Zulkifli mengatakan penerapan ERP atau jalan berbayar akan dilakukan secara bertahap.
Pada tahap awal, Pemprov DKI akan melakukan lelang untuk pembangunan ERP di Simpang CSW atau dekat Stasiun MRT ASEAN sampai Bundaran HI sepanjang 6,7 kilometer.
“Targetnya variatif, kalau kami (usulkan) di angka Rp 5.000 sampai Rp 19.900 tergantung pada kinerja ruas jalan,” kata Zulkifli dalam FGD Penerapan Jalan Berbayar Elektronik di Jakarta, dikutip Opsi, Jumat, 17 Desember 2021.
Zulkifli memperkirakan lelang dan pembangunan ERP di ruas jalan tersebut dilakukan pada tahun 2022. Sedangkan operasional jalan berbayar pada tahun 2023.
Sementara, berdasarkan survei dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), mayoritas masyarakat sebanyak 77,75 persen dari 1.092 responden berharap tarif JBE berada di kisaran Rp 10.000 sampai Rp 13.000.
“Sebanyak 77,75 persen berharap tarif JBE antara Rp10 ribu dan Rp13 ribu sekali melintas,” kata Ketua DTKJ Haris Muhammadun.
Ia menyebutkan, 11,45 persen responden lainnya berharap tarif JBE lebih dari Rp 20.000. Survei ini, menurutnya, ditujukan kepada pengguna kendaraan roda empat.
Zulkifli kembali memaparkan, sejumlah alasan penerapan kebijakan JBE, salah satunya Pemprov DKI Jakarta berupaya untuk mendukung masyarakat beralih melakukan perjalanan memanfaatkan keberadaan angkutan umum.
Di sisi bersamaan, penggunaan transportasi umum tercatat kian menurun. Pada tahun 2002, penggunaan angkutan umum oleh masyarakat mencapai 57 persen, kemudian menurun pada tahun 2010 menjadi 24 persen, dan pada tahun 2018 hanya 16 persen.
“Peningkatan penggunaan kendaraan pribadi itu sangat meningkat pesat. Penggunaan angkutan umum menjadi makin sedikit. Di sisi lain, jalan tidak bertambah, pertumbuhannya 0,01 persen per tahun,” kata Zulkifli. []
