nasional

Dua Jenazah Korban Tsunami Selat Sunda di Banten Asal Sumedang Dimakamkan

Situasi pemakaman dua jenazah korban tsunami Selat Sunda di Banten, di Cipacing, Sumedang, Senin 24 Desember 2018. [OPSI.ID/Kiki]

OPSI.ID, Sumedang – Dua jenazah Ita Puspitasari (27) dan Rida Rosida (52) dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin 24 Desember 2018.

Ratusan orang yang masih berhubungan keluarga dan kerabat korban tampak menghantarkan kedua jenazah diusung untuk dimakamkan. Isak tangis keluarga dan kerabat pun larut dalam pemakaman tersebut.

Keduanya dimakamkan dalam dua lahat yang berdampingan.

Rida meninggalkan anak dan seorang suami, Suprianto, Begitupun, kepergian Ita Puspitasari meninggalkan suami tercinta, Rizal dan meninggalkan anaknya Rivan.

Kedua jenazah itu merupakan anggota rombongan wisatawan asal Desa Cipacing yang menjadi korban tsunami Selat Sunda, Sabtu 22 Desember 2018. Mereka sedang menikmati liburan di Pantai Carita, Banten.

Dalam rombongan berjumlah 20 orang ini, empat orang dinyatakan tewas. Dua jenazah lainnya dibawa ke Cimahi untuk dimakamkan di Kota itu.

Terseret Arus Sejauh Satu Kilometer

Agusman (38) sedang berada di dalam villa di kawasan Pantai Carita, Sabtu malam itu 22 Desember 2018. Sedang senyap, tiba-tiba sesuatu menghantam tempat yang ditinggalinya itu.

Total Page Visits: 39 - Today Page Visits: 1

“Air tiba-tiba pasang dan menghantam villa. Bangunan hancur dan kami berhamburan sampai terseret air sejauh satu kilo meter,” kata Agusman, korban selamat dari rombongan keluarga Cipacing.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.30, air gelombang air yang menghantam penginapannya kira-kira setinggi 10 meter.

“Banyak bangunan hancur dan korban meninggal dunia. Keluarga kami yang meninggal itu sedang terlelap tidur,” kata Agusman.

Semua anggota keluarga asal Cipacing yang menjadi korban tsunami Banten, kini sudah lengkap ditemukan, Namun, kata Agusman, kondisi Nanang saat ini sedang kristis.

“Rahang sama punggungnya patah dan Yeti yang merupakan istri Nanang, mendampingi suaminya dan kondisi dia pun luka-luka,” katanya.

Penulis:Kiki Andriana

Editor :Dian Ramadan

Sumber :OPSI.ID