News

ICMI ORDA Kabupaten Bekasi : Pra dan Pasca Idul Fitri 1441 H, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan, petugas jangan lengah

Bekasi,OPSI.ID – Sekjen ICMI ORDA Kabupaten Bekasi H Mulyadi Syamsuddin, M.Si. menyampaikan keprihatinan kondisi penerapan PSBB yang diberlakukan saat ini. “Mendekati hari raya Idul Fitri khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi,  tempat-tempat keramaian seperti pasar dan pusat perbelanjaan menjadi semakin padat dipenuhi masyarakat dalam mencari kebutuhan lebaran, padahal PSBB di jawa barat diperpanjang hingga 29 Mei 2020”. Longgarnya protokol kesehatan, menjadikan  para petugas PSBB tidak serius dalam menjaga titik-titik keramaian. Ini merupakan suatu kelengahan, tegas Mulyadi

Kejadian itu dibuktikan pekan lalu dengan ditutupnya salah satu pusat perbelanjaan di daerah Cikarang, disebabkan pelanggaran karena penuhnya para pengunjung mall yang tidak mengikuti protokol kesehatan.

“Kami menyayangkan bahwa di Kabupaten Bekasi dalam melakukan langkah preventif penerapan pencegahan penularan COVID-19  di pusat-pusat perbelanjaan/ pasar seperti terabaikan, tambah Mulyadi.

Dia juga menanggapi, munculnya tagar di medsos ” Indonesia Terserah” menunjukkan bahwa itu suatu keprihatinan dari sebagian masyarakat melihat kondisi saat ini. Kita dapat menyaksikan, para pejuang kesehatan berguguran demi menyehatkan dan menyelamatkan masyarakat yang terpapar COVID-19,  namun disisi lain masyarakat banyak sekali yang mengabaikan keselamatan dan kesehatan mereka, dengan berbondong-bondong ke pusat perbelanjaan untuk menghadapi datangnya lebaran.

Sebenarnya mereka melakukan kegiatan yang tidak wajib. Hal itu  menjadikan tingginya tingkat resiko penyebaran penularan COVID-19. 

PSBB yang sedang dilaksanakan ini jangan seperti menabur garam di air laut  tandasnya,  tagar itu seolah-olah ungkapan para tenaga medis yang menyerahkan kepada masing-masing individu untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka, disebabkan sudah banyak masyarakat yang tidak mengindahkan lagi protokol kesehatan.

Mulyadi juga berpesan, yang harus ditekankan oleh stakeholder saat ini adalah memberikan pengertian fungsi PSBB sendiri itu apa, siapa saja yang berperan aktif dan menindak tegas para pelanggarnya. Ini yang juga harus di pahami betul-betul oleh masyarakat dengan disosialisasikan dan ditegakkan oleh seluruh komponen tanpa terkecuali.

Di saat Ramadhan 1441 H sekarang ini sangat berbeda seperti yang sudah-sudah, karena negeri kita sedang terjadi Bencana Wabah COVID-19. Kita sebagai masyarakat yang berbangsa dan bernegara harus bisa memahami dan menaati peraturan yang berlaku. Waktunya kita memulai pola baru dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,  perbanyak dirumah, jauhi pusat-pusat keramaian, hidup sehat dan berperilaku sederhana.

Bencana ini juga telah membuat ekonomi kita terpuruk, sehingga kita  juga harus bisa mengelola keuangan untuk tetap survive saat Pandemi, bukan untuk  berbelanja yang tidak urgent dan berperilaku boros.

“Jika kita ada kelebihan, lebih baik berbagilah  kepada mereka yang kekurangan, kata Muyadi

Di dalam Al Qur’an pun telah menegaskan bahwa,  tipologi manusia suka menghamburkan uang dan berfoya-foya saat berada dalam kondisi berada, menghindari gaya kesederhanaan dan keseimbangan. Seperti di QS.Asy-Syûra/42:27
وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌYang artinya ;Dan jikalau Allah melapangkan rizki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran.

Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.

Mulyadi menambahkan kembali, jika kita mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam segala dan kondisi kehidupan kita maka kita tidak akan mendapatkan musibah dan ujian berupa penyakit insyaAllah.
Dikisahkan, Salah seorang Tabib (Dokter) dizaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam (Orang ini tidak sempat masuk islam yang bernama Al Harist ibn Kaladah), ia banyak bermusyawarah dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tentang obat – obatan sehingga Rasulullah banyak mengambil faedah darinya, diantara perkataannya yang masyur:”Perut adalah sumber segala penyakit, bersifat pertengahan ketika makan itulah inti pengobatan yang sebenarnya”, olehnya dalam hadist diatas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh kita untuk tidak berlebih – lebihan.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوٓا  إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“……Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan, Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”. (QS. Al-A’raf : 31).

Ayat-ayat diatas bisa menjadikan acuan bahwa saat kita merayakan hari raya Idul Fitri yang sudah di ambang pintu, kita harus selalu ingat bahwa Allah SWT, melarang kita untuk berlebihan. Selain itu kita juga harus bisa menjaga kesehatan, keimanan serta ketaqwaan kita agar selalu di lindungi oleh Nya.

Total Page Visits: 157 - Today Page Visits: 6

Penulis:Rid

Editor :Redaksi

Sumber :OPSI.ID