Daerah

Kapolres Pasuruan, Teteskan Air Mata Saat Menyerahkan Bayi Yang Masih Balita di Gadaikan Oleh Ibunya Karena Hutang

Kapolres Pasuruan mengusap Air mata si ibu penjual bayi saat Konfrensi Pers (Foto: Ismail/Wartawan Opsi.id)

419 total views, 13 views today

Pasuruan.Opsi.id – Kepolisian Resor Pasuruan, Selasa (21/2) Melakukan Konfrensi Pers terkait berita sebelumnya, seorang ibu berinisial Eka (30) warga Dusun Jogonalan Kel. Jogosari Kec. Pandaan Kab. Pasuruan yang tega menggadaikan atau menjual (Perdagangan Orang (TPPO) Menggadaikan anak) yang masih balita usia dua bulan digadaikan ke Mishadi (40) Warga Dusun Krajan Desa Pacarkeling Kec. Kejayan Kab. Pasuruan.

Mishadi adalah seorang pegawai BPR yang tugasnya mencari nasabah, Pelaku Eka meminjam uang sebesar Rp. 1.000.000.- kepada Mishadi, Karena tidak bisa mengembalikan, Eka tega membuat Drama penculikan dan sempat viral dimedia sosial.

Kapolres Pasuruan AKBP. Rofiq Ripto Himawan dalam konfrensinya mengatakan,kami sangat menyesalkan perbuatan sang ibu tega melakukan hal seperti ini, Ripto sapaan akrabnya sembari meneteskan air mata sambil menyerahkan bayi kepada Gunawan (32) ayah dari Karina Maulidya Nofatra (bayi) yang masih berusia dua bulan. Ripto juga menyampaikan kepada Eka, ibu bayi dengan mengibaratkan, “Sebuas – buasnya Seekor Macan kemana dia pergi selalu menjaga anaknya”, tapi kenapa tanya Kapolres Seorang Ibu tega menjual anaknya sendiri? dengan Wajah sedih Kapolres meneteskan Air matanya sembari mengusap air mata sang ibu.

Kapolres Serahkan Bayi kepada Ayahnya sambil mencium sedih Bayi bernama Karina Maulidya Nofatra berusia 2 bulan

Awalnya, Viral dimedsos, Pelaku E melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pasuruan berbekal dari itu Lanjut Ripto Satreskrim Polres Pasuruan melakukan proses penyelidikan ke pelaku E untuk melakukan reka ulang kejadian. Ujar Ripto

Diketahui dari reka ulang kejadian, Polisi mencurigai banyak kejanggalan, di hari Rabu (15/1) sekitar pukul 11:00Wib, Pelaku Eka berniat bertemu dengan Pelaku Mishadi seusai pulang Kontrol dari RSUD Bangil, dengan meminjam uang sebesar 1jt, dari kesepakatan itu, jika Eka akan mengambil bayi harus membawa uang sebesar 2jt, apabila tidak maka bayi akan dibawah pelaku Mishadi.

Sekitar, Kamis (16/1) Tim Jatanras Polres Pasuruan berhasil mengamankan pelaku Eka (ibu Bayi) di terminal Pandaan Kab. Pasuruan, selanjutnya melakukan pengembangan terhadap pembeli bayi sekitar pukul 11:00Wib dan mengamankan Mishadi di Jl. Mangga Pogar Kel. Pogar Kec. Bangil.

Dari tangan pelaku polisi berhasil menyita barang bukti satu unit Handphone Oppo Tipe A3S, satu Handphone Resmi Xiomi 6A, uang sebesar Rp. 500.000,- satu Yunit, sepeda Motor PCX warna merah. Kata Ripto

Gunawan, Ayah dari si bayi banyak mengucapkan terima kasih kepada kepolisian, Rekan Jurnalis yang sudah membantu dan akan menjaga sang bayi bernama Karina Maulidya Nofatra bersama keluarga, untuk masalah hutang, Gunawan tidak mengetahui untuk apa dia berhutang karena Eka tidak pernah bercerita terkait pelik persoalan yang menimpa. Kata Gun

 

Polisi menjerat pelaku dengan pasal 2 Ayat 1 UU Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman 5 – 15 Tahun dan Pasal 83 Jon Pasal 76 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan Ancaman Hukuman 3 – 15 Tahun. Cetus Kapolres Pasuruan

Penulis:Ismail

Editor :Redaksi

Sumber :OPSI.ID