Finansial

Konversi ke Renminbi Bisa Perkuat Rupiah di Bawah Rp 14.000

uang rupiah

OPSI.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah pada dollar Amerika Serikat di tahun 2019 diyakini menguat hingga Rp 14.000 per dollar AS. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memprediksi itu mengingat tren harga minyak dunia sedang turun.

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan ada juga upaya untuk mengurangi penggunaan mata uang AS itu dalam transaksi perdagangan.

Pengusaha dapat menggunakan mata uang di luar dolar AS, tergantung dengan negara asal mitra dagang.

“Mata uang Renminbi (RMB) dapat menjadi alternatif bagi para pengusaha, sebab saat ini Cina merupakan mitra dagang terbesar Indonesia,” katanya, Rabu 4 Desember 2018, dilansir Antara.

Nilai perdagangan antara Indonesia dan Cina per tahun mencapai US$ 60 miliar. Konversi 20-30 persen ke Renminbi bisa mengurangi ketergantungan rupiah ke dolar AS.

Apabila banyak pengusaha sudah mengurangi penggunaan dolar AS dalam bertransaksi, rupiah dapat menguat hingga Rp13.800-Rp13.900 per dolar AS.

Untuk mencapai sasaran tersebut, Hariyadi mengatakan, Apindo tengah melakukan pendataan terhadap perusahaan-perusahaan besar yang dapat diajak untuk melakukan konversi mata uang.

“Tahapannya itu, kami mendata pemain-pemain besar. Setelah tercatat, lalu kita duduk bersama dengan Bank indonesia, serta pihak perbankan untuk mensosialisasikan rencana konversi mata uang, serta alasannya,” jelas Hariyadi.

Hingga saat ini, Hariyadi menyebut, Apindo telah mencatat 31 perusahaan besar yang akan diajak duduk bersama dengan BI untuk mewujudkan rencana konversi tersebut.

Namun, ia belum dapat menyebut secara mendetail nama-nama perusahaan besar yang dimaksud.

Nilai impor Indonesia dari Cina pada kuartal III 2018 mencapai 36 miliar dolar AS, naik sedikit dari 2017 yang sebesar 35 miliar dolar.

Penulis:Dian

Editor :Dian Ramadan

Sumber :Antara