Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta International Marathon (JAKIM) pada 13–14 Juni 2026. Ajang lari berskala internasional yang diinisiasi Bank Tabungan Negara (BTN) ini diproyeksikan mempercepat transformasi kota sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi olahraga (sport destination), pariwisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kota.
“Pemerintah DKI Jakarta menyampaikan terima kasih kepada Bank BTN karena Jakarta International Marathon terus diselenggarakan karena turut menggerakkan ekonomi. Saat ini, ajang ini sudah menjadi kegiatan yang ditunggu banyak orang bahkan di tingkat internasional,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, dikutip Kamis, 16 April 2026.
Ia mengungkapkan, tingginya antusiasme masyarakat terhadap JAKIM terlihat dari jumlah peserta yang tahun ini mencapai 45.000 orang.
Pramono menargetkan, pada perayaan 500 tahun Jakarta tahun depan, jumlah peserta meningkat hingga 50.000 orang.
“Ke depan, bukan hanya soal kategori lomba seperti 10K, half marathon, atau full marathon, tetapi juga bagaimana menciptakan kesemarakan, kebahagiaan, dan menjadikan Jakarta sebagai sport destination yang bisa dinikmati semua orang,” katanya.
Lebih lanjut Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu optimistis melalui penyelenggaraan JAKIM turut memberikan dampak ekonomi yang luas (multiplier effect).
Sebab, kehadiran ribuan pelari dan wisatawan akan mendorong peningkatan di berbagai sektor, seperti perhotelan, kuliner, transportasi, ritel perlengkapan olahraga, hingga UMKM lokal.
“Penyelenggaraan ini akan memberikan multiplier effect yang signifikan. Hotel-hotel akan terisi, masyarakat datang dari berbagai daerah, dan UMKM bergerak,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov DKI Jakarta akan menyediakan fasilitas transportasi umum gratis bagi peserta dan panitia selama pelaksanaan acara. Kebijakan ini diharapkan mempermudah akses menuju lokasi lomba sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas.
“Seluruh pelari dan panitia akan digratiskan menggunakan transportasi umum dengan menunjukkan nomor identitas peserta sebagai tanda keikutsertaan,” kata Gubernur Pramono.
Untuk memastikan kelancaran acara, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Satpol PP, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, hingga Dinas Pemuda dan Olahraga.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon L.P. Napitupulu mengatakan tingginya animo masyarakat terlihat sejak proses pendaftaran dibuka.
Adapun jumlah pendaftar bahkan telah melampaui lebih dari 40.000 orang sebelum pendaftaran ditutup.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Bahkan, kami melihat antrean pendaftaran di kantor cabang sudah terjadi sejak malam hari. Ini menunjukkan JAKIM telah menjadi fenomena baru di masyarakat,” ujar Nixon. []
