Daerah

Polisi Tangkap 2 Pelaku di Duga Pembakaran Hutan di Kawasan Perhutani Wilayah Gunung Arjuno

Kapolres Pasuruan saat menunjukkan Kedua diduga Pelaku pembakaran Kawasan Lindung G.Arjuno (Foto Istimewa / Opsi.id/ Taufik Ismail)

Pasuruan. Opsi.id – Kasus kebakaran hutan dan lahan dikawasan Perhutani Wilayah Gunung Arjuno atau Gunung welirang, Polres Pasuruan Berhasil mengamankan 2 tersangka tersebut atas nama Eko Dwi Kristianto (55), Warga Desa Lumbangrejo Kec. Prigen Kab. Pasuruan dan Budi Santoso (41), Warga Lingkungan Genengsari Kel. Pecalukan Kec. Prigen para tersangka itu semuanya merupakan perorangan dan belum terindikasi dari korporasi, kedua tersangka ditangkap Senin (14/10/2019) Malam oleh Unit Reskrim Polsek Prigen.

Menurut Kapolres Pasuruan AKBP. Rofiq Ripto Himawan dalam jumpa pers menjelaskan kronologis dugaan pembakaran hutan sangat kuat, Lantaran pelaku membawa senjata api, korek dengan jumlah yang tidak lazim dan sajam untuk pemburuan hewan liar, sedangkan secara aturan seluruh benda tersebut saat dibawah pelaku dilarang masuk ke kawasan hutan lindung, tanpa mendapat ijin dari pemangku perhutani.

” Orang yang patut diduga melakukan perburuan ilegal dan dalam hal ini menggunakan senapan angin kaliber 5,5MM dan tidak dijual bebas, ada aturan khusus yang harus diikuti oleh siapa saja yang ingin masuk ke hutan Lindung. Nah apa yang dia lakukan, pelaku ini tidak benar, karena tidak ada ijin sama sekali dari pihak yang berkepentingan,” Jelas Kapolres Pasuruan saat menggelar Jumpa Pers

Pelaku memiliki motivasi untuk mempermudah perburuan satwa liar. dengan cara membakar semak-semak maka satwa akan keluar dari sarangnya disaat satwa mulai panik, maka pelaku dengan mudah untuk memburu satwa itu.menemukan kejanggalan di lapangan. Dimana kedua tersangka hingga saat ini belum mengaku telah melakukan pembakaran hutan. Meski begitu, polisi tidak memerlukan keterangan terdakwa, lantaran hal tersebut adalah alternatif terakhir dalam proses penyidikan.

Dari para pelaku polisi menyita 1 buah senapan angin caliber 5,5 milimeter, Palu, Gergaji, Senter, Pisau, 114 Paku usuk 100 butir peluru, 5 buah korek api. Orang yang dengan sengaja membawa alat-alat yang lazim, untuk memotong, menebang, membelah pohon di kawasan hutan tanpa ijin, jelas itu adalah pelanggaran. Pelaku ini terancam 5 tahun penjara

Dari kedua pelaku polisi akan menjerat dengan Pasal 12 Huruf F Pasal 84 (1) UU RI Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. pungkas Rofiq

Penulis:Ismail

Editor :redaksi

Sumber :OPSI.ID