Bangkalan — Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra Badan Gizi Nasional (BGN) digelar di Aula Yayasan Nurul Islam Qolbun Salim, Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Sabtu (4/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak usia dini.
Acara tersebut dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan, Sekretaris Yayasan Nurul Islam Qolbun Salim Moh. Amir, perwakilan KPPG Surabaya Ainun Ma’rifah, serta ratusan warga yang tampak antusias mengikuti rangkaian sosialisasi.
Program MBG dirancang sebagai strategi nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Sasaran program ini mencakup anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita, sekaligus menjadi langkah konkret dalam menekan angka stunting dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Eric Hermawan menekankan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk memastikan keberlanjutan program tersebut. Ia menyebut pemenuhan gizi yang tepat menjadi fondasi penting dalam mendorong kemajuan bangsa.
“Indonesia sudah lama merdeka. Alhamdulillah Bapak Prabowo terpilih menjadi presiden. Beliau sangat berkomitmen kepada rakyatnya, sangat berkomitmen kepada kesejahteraan masyarakatnya. Makanya beliau ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia ini melalui program MBG,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh dikurangi, bahkan dalam kondisi apa pun.
“MBG itu adalah investasi masa depan. Tidak ada pengurangan untuk MBG. Bahkan beberapa kali Menteri Keuangan dimarahi oleh Pak Presiden. Gak boleh dikurangi, tetap jalan apa pun yang terjadi. Bahkan ini mengalahkan program-program lainnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Eric menjelaskan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memaksimalkan bonus demografi menuju 2045, dengan meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemenuhan gizi yang memadai.
“Pemerintah fokus ke sana karena Indonesia ingin memanfaatkan bonus demografi. Untuk itu penting meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar siswa melalui makan bergizi yang baik dan gratis,” katanya.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas SDM, program MBG juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal. Namun demikian, ia mengingatkan agar pengelolaan program tetap menjaga kualitas serta tidak mengambil keuntungan berlebihan.
“Harapan kami dengan adanya MBG ini mendorong ekonomi lokal. Tapi pengelola harus tetap menjaga kualitas. Jangan mengambil keuntungan berlebihan, yang penting wajar, dan pastikan anak-anak mendapatkan gizi yang baik seperti telur, susu, dan ayam,” jelasnya.
Program MBG juga terintegrasi dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, budaya antre, serta pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya asupan gizi seimbang serta turut berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program MBG di lingkungan masing-masing. []
