Jakarta - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ade Suherman menginformasikan hasil pelaksanaan rapat monitoring dan evaluasi (monev) hasil reses tahun 2025, serta rencana reses tahun 2026.
"Ini sesuai agenda yang telah ditetapkan oleh Badan Musyawarah (Bamus)," kata Ade Suherman saat diwawancarai di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menekankan, DPRD DKI Jakarta merupakan representasi masyarakat. Maka itu, kinerja pihaknya dinilai dari sejauh mana anggota dewan mampu mewakili dan memperjuangkan aspirasi warga.
"Sejak dilantik, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan aspirasi tersebut diselenggarakan dan dijalankan," ucapnya.
Oleh karena itu, Ade memandang agenda reses yang mengundang Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam upaya memastikan aspirasi masyarakat dapat terealisasi.
"Harus dikawal. Tadi saya juga menegaskan pentingnya memastikan agar seluruh agenda yang telah disampaikan masyarakat melalui jalur reses dapat ditindaklanjuti," ucapnya.
Adapun aspirasi masyarakat disampaikan melalui berbagai jalur, baik Musrenbang maupun melalui anggota DPRD DKI saat reses seperti sekarang ini. Ade berharap, seluruh usulan tersebut dapat direspons cepat oleh SKPD terkait.
"Di sinilah peran anggota DPRD, yakni memastikan seluruh aspirasi masyarakat dapat dijalankan serta mengawasi agar prosesnya berjalan dengan baik," ucap Ade.
"Jujur harus diakui, sebagian aspirasi sudah berjalan. Namun, masih ada juga yang perlu ditinjau lebih lanjut, terutama terkait mekanisme dan sistem," ujar dia lagi.
Menurut dia, saat ini terdapat sistem e-Reses. Dengan demikian, setelah pihaknya turun ke masyarakat dan menyerap aspirasi, maka seluruh usulan tersebut langsung diinput ke dalam suatu sistem.
"Namun, pada saat dilakukan evaluasi, kami masih mengalami kesulitan dalam melakukan penelusuran, seperti siapa pengusulnya, di mana lokasinya, dan seperti apa fokus kegiatannya," kata dia.
Maka itu, dalam rapat hari ini pihaknya memberikan evaluasi mendalam, agar ke depan, data dalam sistem e-Reses dapat dibuat lebih jelas, mulai dari identitas pengusul hingga titik lokasi.
"Dengan begitu, evaluasi dan pengawasan dapat dilakukan secara bersama-sama dan lebih efektif," ujar Ade Suherman.
*Perhatian Khusus Komisi B DPRD DKI*
Ade menerangkan, Komisi B DPRD DKI Jakarta memberi perhatian terbesar pada sektor perhubungan. Sebab, sektor ini langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat, terutama terkait moda transportasi dan mobilitas warga.
"Usulan terbanyak memang berasal dari Dinas Perhubungan," katanya.
Selain itu, kata Ade, persoalan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta dinas yang menangani pangan juga cukup banyak menjadi perhatian.
Menurut dia, saat ini masyarakat menginginkan kemudahan akses terhadap pangan, pendampingan permodalan UMKM, serta berbagai bentuk fasilitas lainnya.
Ade tak memungkiri, hal-hal tersebut merupakan kebutuhan konkret yang sering ditemui saat dirinya turun ke lapangan.
"Karena itu, kami ingin memastikan agar usulan-usulan masyarakat tersebut dapat segera direalisasikan. Inilah pentingnya forum evaluasi seperti yang kami lakukan hari ini," ujarnya.
Saat disinggung soal postur anggaran yang mengalami penyesuaian, Ade mengungkap beberapa agenda strategis yang diupayakan untuk tidak dipangkas seperti penanganan banjir, persoalan persampahan, serta sektor transportasi.
"Kalaupun ada pemangkasan, itu lebih diarahkan pada pos-pos seperti kegiatan administrasi atau urusan perkantoran. Secara umum, target-target strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap dijaga dan tidak menjadi bagian yang dipangkas, termasuk agenda-agenda transportasi," kata Ade Suherman.
Ade Suherman PKS Blak-blakan soal Agenda Monev Reses 2025 hingga Pemangkasan Anggaran di DKI
Lihat Foto
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ade Suherman saat ditemui usai agenda monev reses di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026. Foto: Morteza Syariati Albanna.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ade Suherman saat ditemui usai agenda monev reses di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026. Foto: Morteza Syariati Albanna.
CTYPE html>