Makassar - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar, Syamsul Bahri, mengungkapkan panjangnya proses pemadaman kebakaran besar yang melanda kantor DPRD Sulawesi Selatan dan DPRD Makassar, Jumat malam, 29 Agustus 2025.
Api membakar gedung usai aksi massa yang berujung ricuh.
Syamsul menjelaskan, pemadaman tidak langsung bisa dilakukan karena situasi lapangan yang tidak kondusif.
Petugas baru dapat menyemprotkan air setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI.
"Untuk bisa nyemprot itu setelah ada keamanan dari TNI dan situasi bisa lewat Hertasning. Jadi kami hanya bisa menyiram lewat belakang," ujar Syamsul, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Pemadaman dimulai sekitar pukul 21.00 WITA di DPRD Makassar. Namun, upaya tim Damkar terkendala massa dan akses jalan yang tertutup.
"Di kota agak terganggu karena massa, jadi kami lewat belakang," katanya.
Dalam operasi pemadaman tersebut, Damkar Makassar mengerahkan sebanyak 40 armada.
Armada tidak berangkat sekaligus, melainkan secara bergantian sejak malam hingga siang keesokan harinya.
"40 armada saya pakai, tapi tidak satu kali jalan. Bolak-balik dari jam 9 malam sampai siang tadi," tutur Syamsul.
Ia menegaskan tim Damkar baru meninggalkan lokasi setelah memastikan api benar-benar terkendali.[]