Bandar Lampung – Badan Gizi Nasional (BGN) bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat terus memperkuat komitmen dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program strategis nasional Presiden RI Prabowo Subianto.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemberdayaan komunitas di Ballroom Hotel Golden Tulip, Bandar Lampung pada Kamis, 14 Agustus 2015. BGN menekankan pentingnya peran UMKM, pelaku usaha lokal, dan masyarakat dalam menyukseskan program ini.
Dalam kegiatan sosialisasi bersama pelaku usaha di Lampung ini dipimpin oleh Benny Sudarmadji sebagai perwakilan Badan Gizi Nasional, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Desi Nurita, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Fahriza Anjaya Jazim, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Titin Ruskiawati.
Benny Sudarmadji menjelaskan mengenai target pemerintah dalam memberikan program MBG kepada penerima manfaat diseluruh Indonesia. Target ini akan menyasar pada empat kelompok penerima manfaat yakni peserta didik dari PAUD hingga SMA, ibu menyusui, ibu hamil, dan balita.
“Presiden Prabowo menargetkan 20 juta penerima manfaat pada bulan Agustus ini, dengan total capaian 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir tahun 2025,” ucap Benny Sudarmadji.
Saat ini, telah beroperasi sekitar 2.507 Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, dan ditargetkan setiap provinsi memiliki rata-rata 38 SPPG yang melayani 3.500–4.000 penerima manfaat, baik peserta didik maupun masyarakat umum.
“Di wilayah Bandar Lampung sendiri, terdapat potensi penerima manfaat sebanyak 2.372.731 orang, namun realisasi baru mencapai 521.035 penerima manfaat. Hal ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi masyarakat, UMKM, serta pelaku usaha lokal untuk berpartisipasi aktif dalam program MBG ini,” jelas Benny.
Para pelaku usaha atau UMKM mendapatkan pembekalan dalam sosialisasi ini untuk mendukung program MBG. Salah satunya yakni mengenai pembelajaran Bimtek bagi pelaku UMKM peternakan, perikanan, dan pertanian agar mampu menyediakan bahan pangan berkualitas.
Penekanan aspek keamanan pangan serta penyimpanan sesuai standar agar tidak rusak atau terkontaminasi. Implementasi pola makan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) guna memastikan kecukupan gizi masyarakat.
Kepala BGN menegaskan bahwa sinergi pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan program ini. Kualitas pangan dan gizi merupakan sumber utama dalam melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang pemenuhan kebutuhan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Benny Sudarmadji.
BGN akan terus berkolaborasi dengan kementerian, lembaga, serta para pemangku kepentingan untuk memastikan Program MBG berjalan optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia.