Jakarta - Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, angkat bendera putih dalam penanganan bencana di wilayahnya. Sebuah surat berkop Garuda beredar luas.
Isi surat itu menegaskan bahwa Haili Yoga sebagai bupati menyatakan ketidakmampuan menangani proses tanggap darurat di daerahnya.
Surat itu dibuat 27 November 2025. Haili sehari sebelumnya menerapkan status darurat bencana di Aceh Tengah.
Namun kondisi bencana saat ini membuat Haili tidak sanggup ditanggulangi oleh pemerintah kabupaten.
Aceh Tengah menjadi salah satu daerah yang mengalami kerusakan terparah akibat banjir.
Merespons itu, Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan pers pada Minggu, 30 November 2025 meminta agar situasi saat ini bisa dimaklumi.
"Kita maklum lah ya Aceh Tengah satu-satunya sekarang ini belum tembus," katanya.
Namun menurut dia, besok atau Senin, 1 Desember 2025, bantuan sudah bisa masuk.
"Kita akan prioritaskan seluruh daerah, bukan hanya Aceh Tengah, ya. Kalau misalnya dibiarkan oleh pemerintah pusat mungkin seluruh bupati memang tidak mampu," terangnya.
Suharyanto mengingatkan, BNPB dalam penanganan bencana Sumatra melihat yang terdampak paling berat.
Paling berat 8 kabupaten/kota di Sumbar, Sumut paling berat 9, Aceh ada 14.
"Berarti sudah 30. 30 kabupaten kota, satu yang misalnya itu ya, menurut saya bukan mewakili semuanya. Jadi ya tidak perlu dibesar-besarkan," tukasnya.
Meski begitu kata dia, dengan adanya surat yang dibuat Bupati Aceh Tengah, pihaknya akan lebih memprioritaskan.
"Memang Aceh Tengah tergolong kabupaten kota yang sekarang ini terdampak parah gak ngerti ya, karena masih susah dihubungi untuk masuk ke situ. Memang Aceh Tengah ya baik transportasi, baik komunikasi yang belum lancar," terangnya. []