Bupati Cirebon: Jabatan Adalah Kepercayaan Pimpinan, bukan Hak

Cirebon – Gonjang-ganjing rotasi mutasi yang diprotes Asisten Asdullah ANWAR, disikapi serius Bupati Cirebon Imron Rosyadi.

Menurutnya, proses rotasi mutasi dilingkungan Pemkab Cirebon, adalah hal yang biasa. Adanya protes dan ketidak sukaan pasca rotasi mutasi dari sebagian orang, juga merupakan hal yang sangat wajar.

Masalahnya, Bupati dan baperjakat tidak mungkin mengakomodir keinginan semua kalangan, untuk menduduki jabatan tertentu.

“Kalau ada yang protes ya wajar saja, namanya orang pasti ada yang suka, ada juga yang tidak suka. Tapi kan semuanya sudah selesai pada tingkatan Baperjakat. Suka tidak suka, harus diterima,” kata Imron, Kamis 6 Januari 2022.

Imron menjelaskan, timbulnya persoalan pasca rotasi mutasi adalah hal yang sangat wajar. Namun, Baperjakat dan dirinya sebagai bupati punya hak preogatif untuk menentukan, layak tidaknya ASN menduduki sebuah jabatan.

Imron juga mengaku, dirinya tidak gegabah menentukan formasi yang akan dipilih karena sudah disesuaikan dengan hasil open bidding dan ujikom.

“Semua yang dihasilkan oleh Baperjakat sudah sesuai dengan aturan. Kalau memang tidak puas, salurkan saja sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku,” jelas Imron.

Imron meminta kepada seluruh ASN dan masyarakat Kabupaten Cirebon, untuk berhati-hati, kalau saja ada yang memutar balikan fakta. Hal itu karena ditakutkan ada opini yang terbentuk, padahal kenyataannya tidak demikian.

Terbukti, saat ini muncul sedikit riak-riak protes, dari sebagian kecil masyarakat ataupun dikalangan ASN itu sendiri. Mereka seolah tidak puas dengan hasil rotasi mutasi kemarin.

“Kalau saya memberikan rasa puas kepada semua kalangan, ya sangat tidak mungkin. Mereka kepentingan dan kemauannya berbeda beda. Harusnya ASN tidak usah ribut dengan hasil ini. Jabatan itu adalah kepercayaan pimpinan, dan bukan sebuah hak. Disinilah saya sebagai bupati punya hak prerogatif. Apalagi menginginkan jabatan sesuai dengan keinginannya sendiri,” paparnya.

Imron menambahkan, kedepan dirinya berusaha semaksimal mungkin untuk secepatnya memakai merit system dalam perekrutan pejabat.

Dalam Undang-Undang tersebut, merit system didefinisikan sebagai kebijakan dan manajemen ASN. Ini berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, yang diberlakukan secara adil dan wajar dengan tanpa diskriminasi.

“Tahun ini insya allah kita pakai merit sytem dalam perekrutan pejabat. Justru sistem ini kalau sudah dijalankan, akan lebih aman karena kualitas ASN benar-benar teruji,” tukasnya. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Dua Kapolres Berdarah Batak Pimpin Polres di Lampung dan Papua Barat Daya

JAKARTA, Opsi.id  – Mutasi besar-besaran yang dilakukan Kapolri Jenderal...

Stoner Rock Indonesia, Suri Comeback Lewat Single Fractal

Jakarta - Enam tahun setelah merilis karya terakhirnya, unit...

Harry De Fretes Rilis Lagu I Love You, Bestie dengan Nuansa Budaya Betawi

Jakarta - Musisi, pencipta lagu, sekaligus pegiat seni Betawi...

Wongalas Hadirkan Energi Rock Orisinal di Album Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat

Jakarta - Peluncuran album perdana Wongalas bertajuk “Dari Rakjat...

MK Tegaskan Program MBG Tidak Boleh Pakai Dana Pendidikan

Jakarta, OPSI.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini, Kamis...

Berita Terbaru

Popular Categories