Pilihan Jum'at, 03 Juni 2022 | 11:06

Danau Sicike-cike di Dairi Terbentuk Karena Kutukan pada Anak Durhaka

Lihat Foto Danau Sicike-cike di Dairi Terbentuk Karena Kutukan pada Anak Durhaka Danau Sicike-cike di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. (Foto: Evansus Renaldi)
Editor: Tigor Munte

Jakarta -  Anda pernah dengar Sicike-cike di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara? Di sana ada tiga danau yang letaknya di pegunungan. 

Ketua Ikatan Keluarga Pakpak Dairi Indonesia Bachtiar R Ujung menyebutnya, itu adalah objek wisata yang sangat luar biasa. Satu-satunya di dunia, tiga danau di atas gunung.

"Salah satu pariwisata yang sangat luar biasa. Di dunia ini saya pikir hanya di Sicike-cike, di atas gunung ada tiga danau, tidak ada duanya. Tuhan hanya menciptakan di sana," kata Bachtiar saat memberi sambutan dalam acara Semesta Dairi Memanggil di Pakuwon Tower Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Kamis, 2 Juni 2022.

"Jadi kalau Pak Bupati tidak eksploitasi ini, sangat rugi," imbuh Bachtiar yang juga dikenal seorang pengusaha di bidang konstruksi. 

Bachtiar mengapresiasi langkah Bupati Dairi Eddy Berutu menggelar acara Semesta Dairi Memanggil sebagai cara memanggil dan mengundang investor atau wisatawan datang ke Kabupaten Dairi.

Karena memang Kabupaten Dairi memiliki potensi pertanian dan pariwisata yang harus diangkat segera mungkin.

Taman Wisata Alam Sicike-cike

Letaknya berada di Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. 

Untuk bisa sampai ke sana, dari ibu kota Kabupaten Dairi, yakni Sidikalang dibutuhkan waktu tempuh 30 menit. Berjarak kurang lebih 21 kilometer.  

Anda bisa menggunakan angkutan umum yang ada di Sidikalang, atau bisa menggunakan kendaraan pribadi baik mobil atau sepeda motor. 

Taman Wisata Alam Sicike-cike berada pada kisaran ketinggian 1350-1500 meter di atas permukaan laut. Tak heran di sana pasti dingin dan sejuk. 

Evansus Renaldi, seorang Analis Data Kehumasan Balai Besar KSDA Sumatera Utara menuliskan tentang Taman Wisata Alam Sicike-cike ini di laman http://ksdae.menlhk.go.id/ dan dikutip Opsi.

Hutan yang Asri

Dia menyebut, panorama di dalam hutan taman wisata tersebut, berupa susunan pepohonan yang rapat. 

Didominasi pohon sampinur tali, sampinur bunga, haundolok, meang, rotan, dan kemenyan.

Selain dimanjakan keragaman flora, Anda bisa mendengar suara-suara fauna yang saling bersahutan.

Baik itu siamang (presbytis thomasi) maupun kicauan burung-burung, termasuk burung enggang (buceros sp.).

Di saat tertentu, Anda pun dapat menikmati pemandangan puluhan dan bahkan ratusan itik liar/menthok rimba (cairina scutulata).

Ketika mereka mandi dan bercengkrama di danau yang ada di dalam kawasan, lalu terbang bersama-sama berpindah ke tempat lainnya.

Tiga Danau dan Sakral

Nah, ini yang luar biasa seperti disampaikan Bachtiar R Ujung  di atas. 

Taman Wisata Alam Sicike-cike memiliki tiga danau yang airnya tidak bertambah dan juga berkurang meskipun musim penghujan maupun musim kemarau. 

Pada ketiga danau ini juga tidak ditemui adanya aliran air atau anak sungai yang menjadi sumber pasokan air. 

Danau ini menjadi salah satu tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat suku Pakpak –Dairi.

Dulu danau ini menurut legendanya adalah perkampungan asal muasal suku Pakpak-Dairi. 

Akibat perbuatan anak yang tidak menghormati orangtuanya, terjadilah kutukan pada diri anak tersebut dan pada akhirnya terbentuklah Danau Sicike-cike.

Dari ketiga danau, di danau I, oleh suku Pakpak-Dairi secara periodik digunakan untuk tempat melaksanakan ziarah sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang dianggap sakral.

Untuk menuju lokasi ketiga danau tersebut, waktu tempuh dari batas kawasan sekitar 30 menit menuju danau I. 

Dari danau I menuju danau II waktu yang ditempuh sekitar 50 menit, dan dari danau II ke danau III waktu tempuhnya sekitar 35 menit. 

Perjalanan ke danau-danau tersebut dijamin tidak membosankan, karena di sepanjang perjalanan pengunjung dapat menikmati keindahan beragam jenis anggrek tanah dan kantung semar, serta tegakan pohon yang memberi kerindangan dan kesejukan.

Di dalam kawasan juga bisa dijumpai air terjun yang tidak kalah menariknya.

Selain dijadikan sebagai lokasi istirahat sembari membasuh wajah dengan air segar, Anda juga bisa dijadikan lokasi hunting foto.

"Komplitnya potensi dan keunikan yang terkandung di dalam kawasan Taman Wisata Alam Sicike-cike, menjadikan kawasan ini sangat memungkinkan diberdayakan dan dikembangkan untuk berbagai peruntukan," tulis Evansus Renaldi.

Pengembangannya sebagai objek wisata tentunya sangat tepat karena potensi alam yang ada (baik flora, fauna maupun potensi wisata dan keunikan) cukup mendukung.

Selain itu, kawasan Taman Wisata Alam Sicike-cike juga dapat dikembangkan sebagai pusat pembelajaran konservasi alam. 

Potensi keragaman hayati yang luar biasa. Didukung proses ekologis yang terpelihara sangat baik menjadikan kawasan ini layak untuk didesain sebagai laboratorium alam.

Bukan hanya untuk meningkatkan pengetahuan, melainkan juga pemahaman dan kesadaran pelajar, mahasiswa, dan generasi muda tentang konservasi alam, dan lingkungan hidup.

Bagi para fotografer kawasan inipun kata dia, memiliki dan menawarkan momen-momen keindahan serta keunikan alam yang dapat menjadi sasaran bidikan kamera.

Kawasan ini kata dia, sejatinya membawa harapan baru bagi dunia wisata di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara.  Alternatif destinasi wisata di samping objek wisata unggulan lainnya. []

 

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya