Daerah Senin, 13 November 2023 | 19:11

Dianiaya Gegara Bela Kakaknya, Pedagang Pasar Horas Minta Polisi Siantar Tangkap Pelaku

Lihat Foto Dianiaya Gegara Bela Kakaknya, Pedagang Pasar Horas Minta Polisi Siantar Tangkap Pelaku Mhd Aldi Saputra memperlihatkan bukti laporan pengaduannya ke Polsek Siantar Utara, Senin, 13 November 2023.

Siantar - Seorang pedagang Pasar Horas Kota Pematang Siantar, Muhammad Aldi Saputra menjadi korban penganiayaan di di Jalan Plekat, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Selasa, 7 November 2023.

Kasus penganiayaan itu sudah dilaporkan ke Polsek Siantar Utara dengan nomor: LP/B/76/XI/2023/SPKT/Polsek Siantar Utara/Polres Pematang Siantar/Polda Sumatra Utara.

Ia mengungkapkan, penganiayaan itu terjadi saat dirinya berkunjung ke rumah kakaknya bernama Juwita Armaini di Jalan Plekat.

"Kejadiannya sekitar jam 5 sore. Waktu aku datang, sudah ramai orang di rumah kakakku," kata Aldi kepada wartawan, Senin, 13 November 2023.

Di lokasi kejadian, ia bertemu dengan pelaku penganiayaan, yakni Budi Eka Pratama (35), warga Perumahan Bersatu Maju, Jalan Pdt J Wismar Saragih, Kota Siantar.

Budi tak sendiri. Ia ditemani ayahnya yang diketahui bernama Toni, dan seorang teman Budi.

Aldi mengaku melihat keramaian di lokasi tersebut. Dia juga menyaksikan kakaknya mendapat makian dari pelaku.

"Karena kulihat kakakku dimaki-maki, aku pun bilang supaya jangan memaki kakakku," ujarnya.

Suasana pun semakin tidak kondusif. Usai beradu argumen orang-orang yang mendatangi rumah kakaknya, Aldi langsung masuk ke mobil untuk pergi ke Pasar Horas.

saat berada di dalam mobil, Aldi dipaksa turun. Mobilnya dicegat, sehingga ia tidak bisa meninggalkan lokasi kejadian.

"Bapaknya si Budi ini yang buka pintu mobilku. Pas aku keluar, aku langsung dipukul si Budi. Ada sekitar 5 kali wajahku dipukul. Tanganku juga dicakar. Aku enggak ada memukul dia," tuturnya.

Kendati demikian, Aldi mengaku tidak terlalu mengetahui persoalan yang terjadi antara keluarga Budi dan kakaknya.

"Setahu saya masalah mobil. Tapi aku enggak tahu pasti," tukas warga Jalan Sibatu-batu, Kecamatan Siantar Sitalasari ini.

Selain luka lebam akibat pemukulan itu, ia juga mengalami beberapa persoalan kesehatan.

"Setelah kejadian, aku muntah, pening, bibir berdarah. Aku juga sempat diinfus dua hari di rumah. Dokter juga sudah kasih rujukan supaya aku berobat ke spesialis saraf dan scan kepala," katanya.

Lebih lanjut, dia berharap kepolisian segera melakukan penangkapan terhadap Budi.

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan berdamai dengan pelapor.

"Kami mau dia (Budi) ditangkap. Kami enggak mau berdamai. Selama belum ditangkap, aku enggak bisa tenang. Aku merasa terancam," ucap Aldi.

Kapolsek Siantar Utara, AKP Herli Damanik membenarkan adanya laporan pengaduan tersebut.

Kepada wartawan, dia mengatakan kasus tersebut akan dimediasi.

"Tadi sudah ke (kantor) Polsek (keluarga Aldi). Sudah diterangkan penyidik. Akan dimediasi," kata Herli, Senin, 13 November 2023.[]

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya