Jakarta - Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengaku sudah memiliki rencana terkait penggunaan aspal atau beton porus sebagai material jalan, untuk mengatasi permasalahan banjir di Jakarta.
Sebagai informasi, aspal porus (porous asphalt) merupakan jenis campuran aspal dengan gradasi terbuka yang memiliki rongga, dirancang agar air hujan dapat meresap ke lapisan bawah, bukan mengalir di permukaan sehingga dapat mengurangi genangan air yang dapat mengakibatkan banjir.
Menurut Heru Suwondo, material aspal ataupun beton porus penyerap air ini sudah digunakan di trotoar ataupun pedestrian sekitar Jakarta.
"Ya ada, jadi ada beton menyerap air, ada aspal menyerap air. Tapi yang misalnya itu sudah digunakan di trotoar," katanya usai mengikuti rapat monitoring dan evaluasi di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu, 21 Januari 2026.
Heru tidak memungkiri bahwa material ini memiliki kelebihan, dapat menyerap air sehingga bisa meminimalisir terjadinya banjir di banyak titik wilayah Jakarta.
"Jadi beton-beton porus, aspal juga aspal porus, itu sudah digunakan untuk pembangunan trotoar, dia menyerap (air). Yang aspal porus juga itu masih percontohan untuk trotoar," ucap dia.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Instagram/@binamargadki.
Kendati demikian, ide penggunaan aspal porus di wilayah Jakarta ini akan dikaji dari aspek kekuatannya terlebih dahulu, sebelum diimplementasikan penuh.
"Nah, untuk kekuatan digunakan di jalan, ini kita harus lakukan, kita coba. Saya harus melakukan penelitian dulu terhadap kekuatannya. Ya, baik itu yang beton porus, maupun aspal porus," ujarnya.
"Apakah kuat digunakan untuk kendaraan, kuat lalu lintas kendaraan? Itu yang harus kita lakukan. Kekuatannya," ucapnya menambahkan.
Menurut Heru, material aspal yang saat ini digunakan oleh Dinas Bina Marga untuk perbaikan jalan sudah sesuai. Namun, negatifnya apabila terlalu sering terkena limpasan air dan dilintasi kendaraan berat, maka tentu saja berefek, semisal membuat jalanan berlubang.
"Apabila jalan aspal ini sering kerendam, kemudian dilintasi kendaraan, dia akan terjadi segregasi. Di mana, begitu ada daya lekatnya berkurang, kemudian dilintasi terus, dia lepas. Nah, kalau banjir terus dan dilintasi terus, ya akan rusak," ucap Heru Suwondo.
Untuk diketahui, aspal porus sudah banyak dipakai di negara-negara maju seperti Belanda, Spanyol, Belgia, Inggris, Jerman, Jepang, Singapura, Australia, dan Amerika Serikat.