News Kamis, 15 Januari 2026 | 18:01

Dirut PAM Jaya Targetkan Keuntungan Mencapai Rp1,2 Triliun pada Tahun 2026

Lihat Foto Dirut PAM Jaya Targetkan Keuntungan Mencapai Rp1,2 Triliun pada Tahun 2026 Direktur Utama Perusahaan Air Minum atau PAM Jaya (Perseroda) Arief Nasrudin. Foto: Morteza Syariati Albanna.

Jakarta - Direktur Utama Perusahaan Air Minum atau PAM Jaya (Perseroda) Arief Nasrudin menargetkan, pada tahun 2026 ini Perusahaan dapat memperoleh keuntungan usaha mencapai Rp1,2 triliun.

Hal itu disampaikan Arief Nasrudin kepada Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno, sebelum meresmikan inovasi terbaru PAM Jaya, yakni ERP Fusion.

"Harusnya sih dari sisi efisiensi bottom line-nya bisa tumbuh, tapi Pak Wagub sudah ngetok ya Pak, targetkan semuanya jadi tahun ini kita menargetkan Rp1,2 triliun keuntungan kita," kata Arief Nasrudin di PAM Jaya Corporate Learning Center, Kalimalang, Jakarta Timur, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Target tersebut, menurut Arief, masih bisa didapatkan dari berbagai sumber pemasukan yang diterima perusahaan dari aktivitas bisnisnya, meski di sisi bersamaan PAM Jaya melakukan sejumlah langkah efisiensi.

"Jadi diingatin ya, Rp1,2 triliun. Jadi nanti enggak cuma hanya gaining dari sales revenue stream-nya, tapi juga efisiensinya kita dapat angkanya ini juga mau," ujar dia.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di sisi bersamaan juga menargetkan PAM Jaya untuk melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2027 mendatang.

Mengenai rencana IPO ke Bursa Efek Indonesia (BEI) ini, kata Arief, hal ni sudah disampaikan kepada Dewan Komisaris Perusahaan.

Laporan keuangan PAM Jaya. Sumber: bpbumd.jakarta.go.id.

"Sehingga apa yang akhirnya kita cita-citakan, kebetulan kami juga memberikan update kepada Komisaris Pak, dan insyaallah dalam waktu dekat untuk merapatkan semuanya," ucapnya.

"Frekuensinya sama, governance-nya masuk, exposure-nya bagus, auditnya kita secara series sedang berjalan, Perda-nya dalam proses untuk penutupan neracanya dan kemudian kita start dengan PT PAM Jaya Perseroda. Bismillah Pak," kata Arief melaporkan kondisi perusahaan kepada Wagub DKI Rano Karno.

Meneruskan catatan bpbumd.jakarta.go.id, berikut kinerja keuangan PAM Jaya dalam tiga tahun terakhir.

Dari sisi aset, perusahaan air minum milik Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta ini menunjukkan tren peningkatan yang konsisten sejak 2022 hingga 2024.

Pada 2022, total aset PAM Jaya tercatat sebesar Rp3,3 miliar. Nilai tersebut meningkat menjadi Rp4,82 miliar pada 2023, dan kembali naik menjadi Rp5,47 miliar pada 2024.

Dari sisi pendapatan usaha, PAM Jaya juga membukukan pertumbuhan meski tidak terlalu agresif. Pada 2022, pendapatan usaha tercatat sebesar Rp2,76 miliar. Angka ini naik menjadi Rp2,94 miliar pada 2023, dan kembali meningkat tipis menjadi Rp2,97 miliar pada 2024.

Sementara, laba usaha PAM Jaya sempat mengalami fluktuasi. Pada 2022, laba usaha tercatat sebesar Rp1.082.324. Namun, pada 2023 angka tersebut naik menjadi Rp279.668.862. Memasuki 2024, laba usaha PAM Jaya melonjak drastis menjadi Rp790.860.794.

Adapun laba tahun berjalan menunjukkan kinerja yang relatif solid. Pada 2022, PAM Jaya membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp335,4 juta. Laba tersebut meningkat tajam pada 2023 menjadi Rp1,24 miliar, sebelum anjlok di level Rp735 juta pada tahun 2024.

Pada 2024, PAM Jaya untuk pertama kalinya menyetorkan dividen kepada Pemprov DKI Jakarta dengan nilai Rp62.367.974.

"Sekali lagi bismillah Pak, mudah-mudahan ini bisa berjalan lancar dan mudah-mudahan bisa lewat dari Rp1,2 triliun," kata Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin.

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya