News Minggu, 05 Desember 2021 | 10:12

Erick Thohir: Desember 2021 Kemungkinan PT Krakatau Steel Bangkrut

Lihat Foto Erick Thohir: Desember 2021 Kemungkinan PT Krakatau Steel Bangkrut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: Opsi/Istimewa)
Editor: Rio Anthony

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan,
kemungkinan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Desember 2021 ini bisa bangkrut.

Kata dia, kebangkrutan terjadi jika sejumlah langkah-langkah restrukturisasi gagal dilakukan. Erick Thohir mengungkap hal tersebut Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI Kamis lalu.

"Untuk Krakatau Steel ini memang ada tiga langkah, problem-nya, langkah ketiga ini macet. Ada dua restrukturisasi yang harus dijalankan Krakatau Steel, satu negosiasi ulang dengan POSCO ini juga nggak mudah," ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, Sabtu 4 Desember 2021 kemarin.

"Tapi memang salah satunya yang sekarang ini krusial, kalau ketiga gagal, kedua gagal, dan pertama gagal maka Desember ini (Krakatau Steel) bisa default," sambungnya.

Maksud Erick mengenai langkah ketiga yang macet yaitu investasi blast furnace, di mana investasi senilai US$ 850 juta sejak 2008. Namun investasi itu mangkrak. Meski sempat ada titik terang dengan China, namun disebutkan upaya itu gagal.

"Kemarin sempat ada diskusi dengan partner China. Mereka ingin ambil alih blast furnace ini, tetapi dibetulin total dan mereka tambah duit dengan hitung-hitungan yang baik cuma nggak jadi karena baja lagi naik harganya. Jadi, untuk membangun pabriknya mereka butuh dua kali lipat jadi mereka mundur," ujarnya.

Langkah kedua, mengenai negosiasi dengan salah satu perusahaan baja terbesar, POSCO. Pemerintah mendorong agar kerja sama dengan POSCO bisa 50-50.

Namun, Erick mengakui hal ini tidak mudah dan sampai saat ini belum ada tanggapan dari POSCO sendiri.

"Salah satunya negosiasi ulang, karena kan selama ini KS kerja sama dengan POSCO, jadi POSCO mayoritas kita minoritas. Ini kita lagi coba untuk 50-50, belum ada jawaban dari POSCO namanya juga usaha. Belum ada jawaban masih tahap negosiasi," ungkapnya.

Terakhir Erick mengungkap kemungkinan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority alias INA bisa berinvestasi di Krakatau Steel.

"Nah ini salah satunya sebenarnya kita mengundang, ini bukan jeruk makan jeruk ya, INA untuk berinvestasi, INA sebenarnya kan kita juga ya untuk investasi sehingga barangnya nggak lari ke luar," tutur Erick. []

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya