Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kerugian material akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di provinsi itu diperkirakan mencapai hampir Rp 10 triliun.
Angka kerugian fantastis, tepatnya Rp 9,98 triliun, diungkapkan Bobby pada Senin, 8 Desember 2025.
"Kami dari pemprov akan berupaya penuh terus mempercepat penanganan bencana di Provinsi Sumut," tegasnya.
Kerusakan tersebut tersebar luas di berbagai sektor vital. Pada infrastruktur, terdampak 23 ruas jalan nasional, 3 jembatan nasional, 25 ruas jalan provinsi, dan 5 jembatan provinsi.
Sektor produktif seperti pertanian dan perkebunan juga hancur parah. Lebih dari 38.878 hektare lahan pertanian terdampak, dengan 5.750 hektare di antaranya puso (gagal panen total).
Sementara di sektor perkebunan, kerusakan mencapai 28.328 hektare, dan peternakan kehilangan hampir 162.000 ekor hewan.
Bencana juga melumpuhkan layanan dasar publik. Sekitar 397 sekolah dari berbagai jenjang rusak. Di sektor kesehatan, 18 rumah sakit, 25 puskesmas, serta puluhan fasilitas pendukung lainnya terdampak.
Dampak sosial terlihat dari banyaknya rumah penduduk yang hancur atau rusak, mencapai 99.169 unit, serta 131 rumah ibadah.
Secara keseluruhan, bencana ini telah mempengaruhi kehidupan 420.631 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 1.578.014 jiwa.
Hingga laporan ini dibuat, tercatat 45.032 jiwa mengungsi. Korban jiwa di Sumut mencapai 330 orang meninggal, 650 luka-luka, dan 136 orang masih dinyatakan hilang.
"Pencarian yang pasti kita lakukan selalu... nanti kita akan upayakan akses-aksesnya," janji Bobby.[]