News Rabu, 13 Juli 2022 | 16:07

Indonesia Potensi Terjerat Resesi Ekonomi, Menkeu: Kami Tidak Akan Terlena

Lihat Foto Indonesia Potensi Terjerat Resesi Ekonomi, Menkeu: Kami Tidak Akan Terlena Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (foto: Antara).

Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani angkat bicara terkait kemungkinan Indonesia terjerat resesi, seperti halnya beberapa negara lain antara lain Amerika Serikat (AS), Jepang, Kanada, Australia, Korea Selatan dan beberapa negara di Eropa.

Hal itu disampaikan merespons adanya hasil survei Bloomberg terbaru yang menyebut potensi resesi tengah menghantui Indonesia, lantaran RI masuk ke dalam peringkat 14 dari 15 negara di Asia yang kemungkinan mengalami resesi ekonomi.

"Kami tidak akan terlena, kami tetap waspada," ungkap Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Kegiatan Sampingan G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Badung, Bali seperti dikutip ANTARA, Rabu, 13 Juli 2022.

Maka dari itu, Sri Mulyani menekankan seluruh instrumen kebijakan akan digunakan, baik kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, hingga regulasi lain untuk mengawasi kemungkinan resesi tersebut, terutama regulasi dari korporasi di Tanah Air.

Adapun dalam survei tersebut Indonesia menempati peringkat 14 dengan kemungkinan resesi sebesar tiga persen, jauh dari Sri Langka yang menempati posisi pertama dengan potensi resesi 85 persen.

Di bawah Sri Langka masih ada pula Selandia Baru dengan persentase 33 persen, Korea Selatan 25 persen, Jepang 25 persen, dan China 20 persen.

Kendati demikian, dia berpendapat persentase potensi resesi Indonesia yang sangat rendah tersebut menggambarkan ketahanan pertumbuhan ekonomi domestik, indikator neraca pembayaran, hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kuat.

"Dari sisi korporasi maupun dari rumah tangga kita juga relatif baik," ujarnya.

Menurutnya, sektor keuangan Indonesia relatif lebih kuat semenjak krisis global tahun 2008-2009. 

Dengan demikian, daya tahan Indonesia membaik dan risiko kredit macet perbankan pun terjaga. Hal tersebut menggambarkan seluruh sektor belajar dari krisis global pada 2008-2009.

"Namun kita tetap harus waspada karena ini akan berlangsung sampai tahun depan. Risiko global mengenai inflasi dan resesi atau stagflasi sangat nyata dan akan menjadi salah satu topik penting pembahasan di G20 Indonesia," ucap Menkeu Sri Mulyani.[]

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya