News Senin, 27 Februari 2023 | 13:02

Jokowi Ingatkan Parpol Jangan Salah Memilih Koalisi

Lihat Foto Jokowi Ingatkan Parpol Jangan Salah Memilih Koalisi Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Presiden Jokowi. (Foto: Tangkapan Layar)
Editor: Tigor Munte

Semarang - Presiden Jokowi secara spesifik mengingatkan bahwa dalam politik itu yang penting kerja sama dan wajib.

"Dalam politik kalau yang namanya kerja sama itu memang wajib, jangan justru politik itu memecah belah," katanya saat memberikan sambutan dalam rakornas Partai Amanat Nasional atau PAN di Semarang, Jawa Tengah, Minggu, 26 Februari 2023.

Menurut dia, kerja sama antar partai politik sangat penting. Itu sebabnya dia mengingatkan partai politik tidak salah dalam memilih koalisi.

"Sehingga sekali lagi kerja sama itu penting, koalisi itu penting, jangan salah memilih koalisi," katanya.

Namun yang paling penting kata dia, koalisi atau kerja sama dalam politik bisa memperkuat kerja sama kebangsaan.

"Sehingga persatuan kita tetap terjaga, kesatuan kita tetap terjaga," tandasnya.

Diketahui saat ini sejumlah partai politik berkoalisi mendukung pemerintahan Jokowi-KH Amin Ma`ruf.

BACA JUGA: Jokowi Gak Ngabsen Capres di Rakornas PAN, Padahal Ganjar Pranowo Hadir

Sebut saja PDIP, Partai Golkar, PPP, Partai Gerindra, PKB, Partai NasDem, dan PAN yang masuk belakangan, serta sejumlah parpol non parlemen, seperti Hanura, PSI, dan Perindo.

Namun memasuki Pemilu dan menjelang Pilpres 2024, peta koalisi ini mengalami perubahan karena memang Jokowi tidak akan bisa maju lagi dalam Pilpres mendatang.

Partai Gerindra misalnya sudah membentuk poros tersendiri dengan PKB secara khusus untuk menghadapi Pilpres 2024, dengan kandidat capres Prabowo Subianto.

BACA JUGA: 8 Tahun Bekerja, Jokowi Klaim Melakukan Sederet Perubahan dan Ini Fakta yang Diungkapnya

Demikian juga Golkar bersama dengan PAN dan PPP membentuk Koalisi Indonesia Bersatu, namun belum menyebut kandidat capres-cawapres.

PDIP sendiri sebagai parpol yang bisa mengusung capres-cawapres pada Pilpres 2024 sejauh ini belum bersikap apakah akan membentuk koalisi atau bergabung dengan koalisi yang sudah ada, atau akan tetap sendirian mengusung kandidat.

Yang menarik, Partai NasDem besutan Surya Paloh, jika dua periode bergabung dalam koalisi pemerintahan Jokowi, maka menuju Pilpres 2024 justru berkoalisi dengan dua parpol oposisi, yakni Partai Demokrat dan PKS.

Partai ini bahkan satu-satunya parpol yang berani mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capresnya, yang kemudian disusul dan didukung Demokrat dan PKS.[]

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya