News Jum'at, 21 Oktober 2022 | 16:10

Keuskupan Agung Jakarta Bantah Dukung Pencapresan Anies Baswedan

Lihat Foto Keuskupan Agung Jakarta Bantah Dukung Pencapresan Anies Baswedan Anies Baswedan dan Uskup Agung Jakarta. (Foto: Facebook)
Editor: Tigor Munte

Jakarta -  Keuskupan Agung Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi terkait posisi umat Katolik terhadap proses politik yang melibatkan Anies Baswedan.

Sekaitan dengan beredarnya potongan visual berjudul Uskup Katolik se-Jabodetabek Deklarasi Dukung Anies Presiden, Keuskupan Agung Jakarta merilis klarifikasi.

Dipetik dari akun Twitter Pastor Postinus Gulö, OSC @PostinusGul, Jumat, 21 Oktober 2022 sore, rilis pernyataan sikap Keuskupan Agung Jakarta disampaikan melalui Romo V. Adi Prasojo Pr, Sekjen Keuskupan Agung Jakarta.

Disebutkan, Gereja Katolik Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) berkomitmen untuk menjaga komunikasi dan membangun kebersamaan dalam membangun bangsa dengan seluruh komponen dari berbagai latar belakang.

Pada tanggal 28 September 2022, Kardinal Ignatius Suharyo (Uskup KAJ) menerima kunjungan Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan di Gereja Katedral. 

Baca juga:

Anies Baswedan Temui Uskup Agung Jakarta, Kritikus Sebut Musim Pilpres Tiba

Dalam kunjungan ini Gubernur Anies Baswedan menyampaikan pamitan bahwa masa tugasnya akan berakhir sebagai Gubernur DKI dan ucapan terima kasih atas kontribusi umat katolik dalam kerjasama banyak pihak bagi kebaikan bersama.

Sebagai pemimpin umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Kardinal Ignatius Suharyo sering menerima tamu dan beraudiensi dengan banyak tokoh dari berbagai latar belakang. 

Dan selaras dengan prinsip bahwa Gereja Katolik tidak berpolitik praktis, maka dalam pertemuan dan kegiatan tersebut tidak pemah membahas persoalan politik praktis, termasuk dalam pertemuan dengan Bapak Anies Baswedan.

Terkait beredarnya potongan Video yang berjudul : “Uskup Katolik Se Jabodetabek Deklarasi Dukung Anies Presiden”, kami tegaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Gereja Katolik Indonesia tetap menjaga netralitas dan mendorong proses politik dapat dijalankan dengan menjunjung prinsip dan etika yang diabdikan bagi bonum commune (kebaikan bersama).

Demikian disampaikan sebagai klarifikasi untuk menghindari kesimpangsiuran informasi akibat beredarnya video tersebut. Semoga dapat dimaklumi dan kami mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kondusifitas kehidupan publik.[]

 

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya