KSP Bantah Isu Pemerintah Sengaja Perketat PPKM Jelang Ramadan

Jakarta – Kantor Staf Presiden (KSP) mewanti-wanti masyarakat jangan sampai terpengaruh isu pemerintah sengaja memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jelang bulan Ramadan dan Idulfitri.

Tenaga Ahli Utama KSP Rumadi Akhmad menyebutkan, pernyataan-pernyataan tersebut tendensius. Dia menekankan, isu miring tersebut sama sekali tidak membantu pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Masyarakat tidak perlu terpengaruh dengan pernyataan beberapa orang yang mengaitkan pengetatan ini sengaja dilakukan karena menjelang perayaan Isra` Mi`raj, bulan Ramadan, Idulfitri, dan sebagainya,” kata Rumadi dalam keterangan tertulis, dikutip Opsi di Jakarta, Selasa, 8 Februari 2022.

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu menyampaikan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 4 Tahun 2022 diterbitkan sebagai panduan beribadah pada masa PPKM. Aturan itu diterbitkan bersamaan dengan peningkatan kasus Covid-19 secara nasional.

Dia menjelaskan, umat masih diperbolehkan beribadah di tempat ibadah dengan mengindahkan protokol kesehatan ketat. Rumadi mencontohkan, rumah ibadah di daerah PPKM level 3 boleh menyelenggarakan ibadah dengan jumlah jemaah maksimal 50 persen dari kapasitas.

Dia pun mengajak masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah menangani pandemi Covid-19. Rumadi meminta umat beragama untuk taat pada protokol kesehatan yang berlaku di tempat ibadah.

“Di tengah situasi penambahan angka positivity rate yang terus melaju, umat beragama sebagaimana selama ini sudah dilakukan, perlu ikut menginjak `rem` dalam pengelolaan tempat ibadah,” ujarnya. 

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan aturan baru menyoal protokol kesehatan di rumah ibadah, menyusul peningkatan jumlah kasus Covid-19 akibat penyebaran varian Omicron.

Beberapa ketentuan baru yang diterapkan adalah membuat jarak antarjemaah 1 meter, membatasi khotbah maksimal 15 menit, memakai masker, dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Jumlah jemaah juga dibatasi sesuai level PPKM di daerah masing-masing. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Hull City Hancurkan Manchester United 2-0, Tim Promosi Bikin Kejutan di Premier League

HULL, Opsi.id  — Hull City mengawali kembalinya mereka ke...

Tinjau Jembatan Perintis Garuda di Wajo, Pangdam Hasanuddin Ajak Warga Jaga Infrastruktur

Wajo, OPSI.ID - Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko meninjau...

Kelelahan saat Jalankan Misi Kemanusiaan di Flores, Relawan Gerak Bareng Meninggal Dunia

Borong, OPSI.ID - Duka menyelimuti aksi kemanusiaan para relawan...

Bus Eka Terbakar 3 Km Jelang Terminal Purbaya, Satu Penumpang Terluka

Madiun, OPSI.ID - Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) PO Eka...

Polisi Gerebek Rumah Pemuda di Maros, 1.083 Butir Obat Daftar G Disita

Maros, OPSI.ID - Satuan Reserse Narkoba Polres Maros mengungkap...

Hasan Nasbi Bicara Reshuffle Kabinet Prabowo: Menteri Tak Perlu Takut Dibully, Kinerja Jadi Ukuran

JAKARTA, Opsi.id  — Isu reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Prabowo...

Ancaman Karhutla Meluas, BMKG Deteksi 1.104 Titik Panas di Sembilan Provinsi Sumatra

Jakarta — Aktivitas titik panas atau hotspot di Pulau...

Berita Terbaru

Popular Categories