News Minggu, 22 Januari 2023 | 21:01

Lembaga Survei Indonesia: 76 Persen Publik Puas Kinerja Jokowi

Lihat Foto Lembaga Survei Indonesia: 76 Persen Publik Puas Kinerja Jokowi Presiden Jokowi jalan sehat di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu, 22 Januari 2023. (Foto: Twitter)
Editor: Tigor Munte

Jakarta - Hasil survei teranyar yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan kepuasan atas kinerja Presiden Joko Widodo di awal tahun 2023, yakni sekitar 76.2 persen.

Angka ini konsisten meningkat sejak September 2022, kurang lebih 3 persen setiap bulan, sebagaimana disampaikan Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam pemaparannya Minggu, 22 Januari 2023.

"Ini kemungkinan besar didorong oleh persepsi publik yang konsisten semakin positif terhadap kondisi ekonomi nasional dan penegakan hukum. Persepsi positif konsisten meningkat, dan persepsi negatif jauh berkurang," katanya.

Disebutkan pula sejumlah hasil survei, yakni Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang secara resmi dicabut oleh Presiden, banyak diketahui publik.

Di antara yang mengetahui hampir semua mendukung keputusan Presiden tersebut. Ini terutama akan berdampak pada sentimen yang lebih positif terhadap perbaikan perekonomian.

Sebagaimana diketahui bahwa Pandemi Covid-19 telah memaksa pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM untuk mengendalikan penyebarannya di masyarakat, sebagai konsekuensinya di lapangan sangat menekan kegiatan perekonomian secara umum.

Namun demikian, meskipun kebijakan PPKM sudah dicabut tapi hampir semua warga berharap agar pemerintah tetap memberikan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan. 

Ini terutama karena perekonomian secara umum juga belum pulih, situasi global yang memaksa pemerintah harus menaikkan harga BBM semakin memberatkan warga di tengah upaya bangkit dari keterpurukan akibat pandemi.

Baca juga: Survei Terbaru LSI, PDIP Masih Parpol Teratas Pilihan Publik

"Masih sangat banyak warga yang merasa kurang mampu menjangkau harga-harga kebutuhan pokok secara umum. Meski demikian, lebih banyak warga yang menilai positif hasil kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam mengurangi jumlah orang miskin, membuat harga-harga kebutuhan pokok agar makin terjangkau, menyediakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran," bebernya.

Disebutkan, pemulihan perekonomian nasional mungkin masih belum bisa dicapai, tapi publik memberi apresiasi positif atas upaya pencapaiannya yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

PDIP

Diungkap pula, PDIP paling banyak didukung jika diasumsikan pemilihan diadakan ketika survei dilakukan, 21.9%. 

Kemudian Gerindra 12.1%, Demokrat 7.1%, Golkar 6.7%, NasDem, PKS, Perindo dan PKB masing-masing di kisaran 4-5%, PPP 2.2%, partai lain dukungannya lebih rendah, dan sekitar 26.7% belum menunjukkan arah dukungannya terhadap partai.

"Basis PDIP sangat kuat didorong oleh basis pemilih Joko Widodo pada Pilpres 2019 yang lalu, dan kelompok yang semakin puas atas kinerjanya sebagai Presiden," terangnya.

Ganjar

Sementara preferensi publik terhadap calon-calon presiden untuk Pilpres 2024 mendatang hingga saat ini tampak Ganjar Pranowo masih lebih menonjol ketimbang para pesaingnya. 

Pesaing terkuat adalah Anies Baswedan dan Prabowo Subianto dengan jarak paling tidak sekitar 10%.

Baca juga: Survei Terbaru Charta Politika: Ganjar, Anies, dan Prabowo Tak Terbendung

Basis dukungan terhadap Ganjar Pranowo juga tampak mirip polanya dengan basis PDIP, sangat kuat didorong oleh basis pemilih Joko Widodo pada Pilpres 2019 yang lalu, dan kelompok yang semakin puas atas kinerjanya sebagai Presiden.

"Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo besar kemungkinan akan memiliki pengaruh yang signifikan baik terhadap basis dukungan PDIP maupun dukungan terhadap Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. Jika kredibilitas terhadap Presiden Joko Widodo tetap terjaga maka ke depan dukungan terhadap PDIP, dan sekaligus Ganjar Pranowo, juga kemungkinan besar akan semakin kuat," katanya.

Target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone, sekitar 83 persen dari total populasi nasional.

Pemilihan sampel disebut, dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD). RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.

Dengan teknik RDD sampel sebanyak 1.221 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening. Margin of error survei diperkirakan sekitar 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling. []

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya