Hiburan Jum'at, 09 Januari 2026 | 00:01

Man Sinner Rilis Single Bumi Menangis (Unplugged) Sebagai Respons Banjir Sumatra

Lihat Foto Man Sinner Rilis Single Bumi Menangis (Unplugged) Sebagai Respons Banjir Sumatra Grup band skatepunk asal Jakarta, Man Sinner. (Foto: Istimewa)
Editor: Eno Dimedjo

Jakarta – Grup band skatepunk asal Jakarta, Man Sinner, resmi merilis single terbaru berjudul Bumi Menangis (Unplugged) sebagai bentuk respons atas bencana banjir bandang yang melanda Sumatra dan Aceh baru-baru ini.

Karya ini menjadi refleksi spontan dari para personel band terhadap kondisi alam Indonesia yang semakin rentan akibat eksploitasi berlebihan.

Single Bumi Menangis (Unplugged) hadir dalam dua format, yakni video klip yang tayang perdana pada 9 Januari 2026 di kanal YouTube resmi Man Sinner, serta versi audio yang akan tersedia di berbagai platform musik digital mulai 9 Februari 2026.

Berbeda dari karya-karya sebelumnya yang penuh energi, kali ini Man Sinner memilih pendekatan lebih tenang agar pendengar dapat meresapi pesan lirik dengan lebih mendalam.

Man Sinner digawangi oleh Achmad Alwan Damanik (vokal/gitar), Agga Satria Prabowo (gitar), Nero Riansyah (bass/vokal latar), dan Agung Bahtiar (drum).

Dalam keterangan tertulisnya, Alwan menegaskan bahwa lagu ini diharapkan mampu mengajak pendengar untuk merenung dan menciptakan perubahan. Menurutnya, perubahan tidak akan terjadi jika tidak dimulai dari diri sendiri sebelum menyebar ke orang lain.

"Kami ingin siapa pun yang mendengar lagu ini bisa ikut merenung dan mencipta perubahan," kata Alwan, dikutip Opsi pada Jumat, 9 Januari 2026.

Grup band skatepunk asal Jakarta, Man Sinner. (Foto: Istimewa)

Single Bumi Menangis (Unplugged) merupakan versi terbaru dari lagu utama dalam album Bumi Menangis yang dirilis pada 2022. Keputusan untuk mengemas ulang dengan aransemen berbeda diambil karena pesan liriknya dinilai semakin relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.

Agga Satria menjelaskan bahwa lirik lagu ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghentikan eksploitasi berlebihan, karena jika tidak, alam akan mencari keseimbangannya sendiri melalui bencana.

"Lirik lagu ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghentikan eksploitasi berlebihan terhadap Bumi," kata Agga Satria.

Video klip lagu ini menampilkan rangkaian visual dari berbagai peristiwa banjir di Indonesia, dipadukan dengan dokumentasi eksploitasi hutan yang dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit. Strategi ini dipilih agar pesan lagu lebih mudah ditangkap oleh publik yang kini cenderung lebih visual.

Nero Riansyah menambahkan bahwa di era media sosial, manusia lebih cenderung menjadi makhluk visual sehingga format video klip dianggap paling efektif untuk menyampaikan pesan.

Setelah perilisan single ini, Man Sinner dijadwalkan tampil di sejumlah panggung musik di kawasan Jabodetabek sepanjang Januari hingga Februari 2026. Agenda rekaman dua lagu baru yang semula direncanakan pun ditunda demi fokus pada karya ini.

Agung Bahtiar menyebut bahwa karya ini digarap secara spontan setelah melihat peristiwa bencana yang terjadi, sehingga prioritas utama mereka adalah menyampaikan pesan lewat lagu ini.

Dengan aransemen akustik yang lebih sederhana, single Bumi Menangis (Unplugged) diharapkan mampu menyentuh hati pendengar dan mengingatkan pentingnya menjaga alam. Man Sinner ingin karya ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga refleksi atas kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan.

Video klip Bumi Menangis (Unplugged) kini sudah dapat disaksikan di kanal YouTube resmi Man Sinner, sementara versi audio akan tersedia di berbagai platform musik digital mulai 9 Februari 2026.

Baca juga: 3 Tahun Vakum, Man Sinner Gandeng Fyan Rebellion Rose Perkenalkan Single Akhiri Perpecahan

Baca juga: Main-Main di Cipete Vol. 34 Hadirkan Tavisha, Ajojing, Paman, Rocker Kasarunk, dan Man Sinner

Band ini berharap karya tersebut dapat menjadi pengingat sekaligus ajakan untuk lebih peduli terhadap kelestarian bumi. []

 

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya