Daerah Kamis, 28 Juli 2022 | 20:07

Mendorong Festival Reog Ponorogo Menjadi Event Internasional

Lihat Foto Mendorong Festival Reog Ponorogo Menjadi Event Internasional Reog Ponorogo. (Foto: Kemenparekraf)
Editor: Tigor Munte

Jakarta - Perhelatan Festival Reog Ponorogo kembali digelar sejak 25 - 29 Juli 2022. Diharapkan menjadi event bertaraf internasional. Sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan di Ponorogo dan sekitarnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno hadir dalam Festival Reog Ponorogo 2022 di Aloon – Aloon Ponorogo, Jawa Timur, Rabu, 27 Juli 2022.

Dia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo atas suksesnya mengantarkan Festival Reog Ponorogo 2022 masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022.

"Mudah-mudahan ini bisa ditingkatkan dan terus diperbaiki sehingga bisa menjadi event internasional di masa yang akan datang," kata Sandiaga, dikutip Opsi.id, Kamis, 28 Juli 2022.

Mendorong Festival Reog Ponorogo sebagai event international, Kemenparekraf memberikan dukungan untuk mendaftarkan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda yang diusulkan Indonesia ke Unesco. Sekaligus mengajukan Ponorogo sebagai Unesco Creative Cities Network.

"Tahun ini kita akan persiapkan Ponorogo menjadi bagian dari yang akan kita usulkan kepada Unesco Creative Cities Network, setelah itu akan kita coba lagi agar reog juga bisa didorong sebagai warisan budaya tak benda. Karena bagi kami kalau Ponorogo masuk UCCN ini luar biasa, karena penilaiannya sangat detail. Dan begitu masuk event-event, wisatawan mancanegara akan ke sini, terlebih karena ini bisa menjadi jaringan dari kota-kota kreatif Unesco," ujarnya.

Indonesia sendiri dikatakan Menparekraf memiliki ribuan warisan budaya yang luar biasa, ada 1.239 warisan budaya tak benda, salah satunya seni pertunjukan reog, yang menjadi daya tarik wisata pembangkit ekonomi.

Festival Reog Ponorogo ke-7 tahun 2022 merupakan rangkaian dari kegiatan Grebeg Suro sekaligus hari jadi Kabupaten Ponorogo ke-526. 

Baca juga:

Pagelaran Wayang Golek, Wali Kota Cirebon: Tontonan yang Mengandung Tuntunan

Event ini sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Seiring dengan penurunan kasus, event ini dapat dilaksanakan secara offline dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan.

Festival Reog Ponorogo mendapatkan respons yang baik dari sanggar kesenian Reog di berbagai kota di Indonesia. 

Peserta festival yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain DKI Jakarta, Surabaya, Surakarta, Yogyakarta, Jember, Malang, Madiun, Magetan, Mojokerto, Gresik, dan sebagainya.

Pertunjukan Reog memadukan tarian, keterampilan olah tubuh dan cerita Panji, yang terdiri dari penari, pengrawit (pemain musik), serta pengiring. 

Daya tarik utamanya adalah salah satu penari utama menggunakan topeng terbesar di dunia berbentuk kepala harimau (barongan) dipadu dengan sebuah mahkota terbuat dari bulu merak (Dhadhak Merak) yang berat keseluruhan kurang lebih 40 kg.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengatakan sudah dua tahun ini Gerebeg Suro dinantikan oleh masyarakat.

"Kerinduan ini membahana, kami mencoba merangkul kekuatan bahkan dua kekuatan sekaligus, yakni kekuatan budaya dan santri, karena Ponorogo adalah kotanya para santri. Kedua kekuatan ini kami tuangkan ke dalam sebuah orkestra yang bersatu padu dalam Grebeg Suro," katanya.

Disebutnya, ada hampir 52 kegiatan yang menyangkut hobi juga dilibatkan. Ada festival reog mini, festival reog umum, kemudian festival gajah-gajah dan masih banyak rangkaian acara lainnya dalam Grebeg Suro.

"Ini menafsirkan bahwa kami sebentar lagi siap menuju CCN yang Menparekraf bantu. Mudah-mudahan ke depan Ponorogo ini benar benar menjadi kota kreatif,” katanya. []

 

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya