NasDem Sentil MUI: Kasus Fatwa Ahok Berdampak Memecah Belah Bangsa

Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem Effendi Choirie  menegaskan, jangan lagi yang masuk dalam kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan orang-orang yang fundamentalis dan yang anti-Pancasila atau tokoh ekstrimis yang ingin mendirikan negara khilafah di Indonesia.

“Itu bahaya bagi bangsa dan negara karena MUI menggunakan berbagai fasilitas negara,” katanya dalam keterangan tertulis diterima wartawan dikutip Opsi, Rabu, 24 November 2021.

Dia menekankan, seluruh rakyat Indonesia menginginkan MUI tidak asal rekrutmen orang, imbasnya bisa memecah belah bangsa.

“MUI jangan sampai sarang teroris. MUI jangan jadi pemecah belah bangsa. Kasus fatwa Ahok itu berdampak pemecah belah bangsa,” ujar Gus Choi, sapaanya.

Ke depan, mantan Sekjen Pengurus Besar (PB) Ikatan Keluarga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) ini mengusulkan agar yang masuk dalam susunan kepengurusan MUI menjalani serangkaian tes terkait, dan dilihat pendidikan serta track record -nya. Hal itu penting dilakukan demi menjaga muruah dan nama baik MUI di masa mendatang.

Selain itu, mantan anggota DPR ini juga menganjurkan agar yang masuk dalam kepengurusan MUI bukan merupakan aktivis politik.

Sebab, aktivis politik selalu mengedepankan kepentingannya.

“Banyak juga aktivis politik kalau menanggapi isu belepotan, akibatnya justru merusak citra MUI sendiri,” ujarnya.

Seperti diketahui, Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga orang yang diduga terkait kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI). Ketiganya, yakni Farid Okbah, Ahmad Zain An Najah, dan Anung Al Hamat.

Mereka diduga terlibat dalam kepengurusan Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAM BM ABA) milik kelompok teroris JI. Ahmad Zain An-Najah merupakan anggota Komisi Fatwa MUI yang telah dinonaktifkan setelah penangkapannya. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Grup Band UNGU Siapkan Konser 30 Tahun Bertajuk Waktu Yang Dinanti: Final Chapter

Jakarta - Selama tiga dekade, UNGU bukan sekadar menjadi...

Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai 5 Juli

•Big Match Portugal vs Spanyol hingga Brasil Tantang Norwegia Jakarta,...

Usai Oplas Rp65 Juta, Elly Sugigi Tegas: Saya Tak Mau Lagi Sama Laki-laki Jelek

Jakarta, OPSI.ID - Artis sekaligus komedian Elly Sugigi mengungkapkan...

Wali Kota Wesly Pimpin Penampilan Pesona Budaya Simalungun dan Ragam Etnis di Karnaval Budaya Nusantara

Pematangsiantar, Opsi.id - Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH...

IPW Minta Kapolri Turun Tangan Evaluasi Kapolres Labuhanbatu soal Tahanan Kabur

Labuhanbatu, Opsi.id - Indonesia Police Watch (IPW) mengkritik keras...

Diduga Rekayasa Penculikan untuk Tutupi Korupsi, Wali Kota di Meksiko Terancam 16 Tahun Penjara

Jakarta, Opsi.id – Wali Kota Tenancingo, Negara Bagian Meksiko,...

Kapolres Labuhanbatu dan Kasat Resnarkoba Tutup Mulut Ditanya Tahanan Narkoba Kabur

Labuhanbatu, Opsi.id - Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya dan...

Berita Terbaru

Popular Categories