Pilihan Minggu, 11 Januari 2026 | 15:01

Odekta Naibaho, Cerita tentang Prestasi dan Suasana Kampung Soban di Dairi

Lihat Foto Odekta Naibaho, Cerita tentang Prestasi dan Suasana Kampung Soban di Dairi Odekta Naibaho ketika menerima ulos di gereja, Desa Soban, Kabupaten Dairi, Sumut. (Foto: IG)
Editor: Tigor Munte

Sidikalang - Odekta Elvina Naibaho, berasal dari Desa Soban, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara.

Siapa sangka gadis yang datang dari pelosok kampung itu menjadi salah satu atlet pelari jarak jauh kebanggaan Indonesia. Julukan Ratu Maraton layak disandangnya.

SEA Games 2025 di Thailand, menjadi salah bukti kehebatannya di jalur atletik. Odekta meraih medali emas di lintasan Happy & Healthy Bike Lane, Bangkok, Thailand pada Minggu, 14 Desember 2025. 

Odekta finish dengan catatan waktu 2 jam, 43 menit, 13 detik. Atas prestasi itu, Odekta dan para atlet yang meraih medali di SEA Games 2025 menerima bonus dari Presiden Prabowo yang diserahkan di Istana Negara, Jakarta pada Kamis, 8 Januari 2026.

Untuk medali emas yang diraih Odekta, dihargai Rp 1 miliar. 

Di luar kesehariannya sebagai atlet dan rutinitas latihan, terutama menjelang Asian Games 2026 di Jepang, Odekta menyempatkan pulang kampung di ujung Desember 2025 lalu. 

Odekta punya cerita tersendiri tentang kampung halamannya, tempat dia dilahirkan. Di sana dia menemui keluarga, sang ayah Martin dan ibundanya, Nurcahaya Manalu.

"Penghujung tahun selalu menjadi agenda wajib untuk berkumpul bersama keluarga, kembali ke asal tempat saya berasal," tutur Odekta di akun Instagram miliknya, Jumat, 9 Januari 2026.

Odekta Elvina Naibaho. (Foto: IG)

Odekta mengaku, setelah hampir satu tahun tidak berada di rumah, pulang ke kampung memberi kesempatan untuk kembali ke ladang, melihat hasil bumi, serta menyaksikan perkembangan lingkungan sekitar. 

"Masih butuh banyak dukungan yang dibutuhkan untuk memajukan potensi hasil bumi dan sumber daya yang ada," ungkapnya dilansir Opsi.id, Minggu, 11 Januari 2026.

Saat kembali, kata dia, tidak ada ruang untuk tekanan. Yang ada hanyalah cerita masa lalu, berbagi pengalaman, dan menikmati setiap momen kebersamaan. Suasana sederhana namun penuh makna.

Salah satu momen tak terduga kata Odekta, terjadi ketika dia menghadiri perayaan Natal gereja tingkat resort. 

Tanpa adanya pengarahan sebelumnya, dan dengan kostum yang jauh dari kata formal, dia dipanggil ke depan untuk menerima apresiasi berupa ulos, yakni kain khas Batak Toba, atas perolehan medali pada SEA Games Thailand 2025. 

"Beruntung, saya masih mampu merangkai kata, menyampaikan ucapan terima kasih, berbagi sedikit pengalaman, serta memohon doa restu untuk perjalanan di tahun 2026," kata dia.

Pada kesempatan itu dia juga menyaksikan berbagai penampilan anak-anak yang penuh kreativitas, mulai dari drama, vokal grup, fashion show, hingga penuturan ayat-ayat Alkitab dalam perayaan Natal. 

"Penampilan-penampilan ini tentu menjadi sarana untuk melatih mental dan mengasah keterampilan mereka sejak dini. Saya berharap mereka kelak menjadi insan harapan bangsa, yang mampu bersinar di bidangnya masing-masing, serta membanggakan negara, keluarga, dan kampung halaman kami yang jauh dari hiruk-pikuk peradaban," tukas dia. []

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya