Jakarta - Odekta Elvina Naibaho meraih medali emas di SEA Games 2025 Thailand.
Odekta yang dikenal pelari spesialis jarak jauh itu, menjadi tercepat dalam perlombaan di Run Happy and Healthy Bike Lane, Bangkok pada Minggu, 14 Desember 2025.
Odekta punya catatan waktu 2 jam 43 menit 13 detik.
Unggul atas pelari Filipina Artjoy Torregosa yang finis posisi kedua, dengan waktu 2 jam 48 menit 00 detik.
Menyusul posisi ketiga atlet Vietnam Thi Thu Ha Bui dengan 2 jam 54 menit 40 detik.
Ini adalah emas ketiga Odekta, diraih secara beruntun dari nomor maraton SEA Games.
Medali emas diraih pada SEA Games 2021 yang digelar pada 2022 di Vietnam, kemudian pada SEA Games 2023 Kamboja.
Di Vietnam, Odekta mencatatkan waktu 2 jam 55 menit 28 detik. Di Kamboja mempertajam catatan waktu 2 jam 48 menit 14 detik.
SEA Games 2025 menegaskan dominasi Odekta sebagai pelari nomor maraton putri.
Setelah meraih prestasi ini, Odekta punya cerita tersendiri. Dia secara khusus mempersembahkan medali emas kepada sosok Muhammad Asro.
Pria yang akrab disapanya dengan Pas AS itu meninggal dunia persis setelah Odekta finish di garis finish.
Dipetik dari akun Instagram Odekta, Pak AS adalah pelatih yang membingingnya sejak menekuni dunia lari.
Pak AS kata dia, sudah melanglang buana pada era 80-an sebagai pelatih nasional dan pendiri klub lari Indonesia Muda Atletik (IM).
IM sangat dikenal sebagai perkumpulan pelari jarak jauh.
"Pada tahun 90-an, kami kerap meramaikan berbagai event nasional. Namun pada 2018, saat Indonesia bersiap menjadi tuan rumah Asian Games, lapangan PASI (ABC) di samping Gedung JCC direnovasi dan kini menjadi Lapangan Rugby Senayan," tuturnya.
Sejak saat itulah klub IM kehilangan tempat berlatih. Sejak saat itu pula stopwatch Pak AS tak lagi sibuk.
Pak AS dan Odekta Elvina Naibaho. (Foto: Ist)
Menurut Odekta, begitu banyak cinta, suka duka, ilmu, dan makna kehidupan yang dia dapatkan.
"Kami bukan sekadar atlet dan pelatih, tapi keluarga yang tak terpisahkan," tuturnya.
Setiap ada waktu, dia selalu menyempatkan diri berkunjung ke rumah Pak AS.
"Kami lebih memilih nongkrong di rumah Pak AS daripada di mal Senayan. Sama-sama bisa berbincang, tetapi rumah itu selalu terasa ramai dan hangat. Kami hanya membeli makanan ringan sebagai teman bercerita," akunya.
Baru saja dirinya berniat berkunjung lagi setelah SEA Games, namun Tuhan berkehendak lain.
"Setelah saya finis di nomor marathon, saya mendapat kabar bahwa Pak AS telah meninggal dunia. Padahal siangnya saya masih berkomunikasi dengan cucunya, dan setelah Pak AS tahu saya akan bertanding, beliau ingin menonton saya di televisi," ujarnya.
"Medali emas ini saya persembahkan sebagai medali paling berkesan di hari kepergian Pak AS. Semoga penghormatan bendera merah putih dan kumandang lagu kebangsaan Indonesia ini menjadi bagian dari ketenangan beliau menuju surga," tutup Odekta.
Odekta Elvina Naibaho merupakan atlet maraton kelahiran Soban, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, Sumut pada 5 November 1991. Putri dari Marlin Naibaho dan Nurcahaya Manalu. []