News Kamis, 06 April 2023 | 16:04

Operasi Ketupat 18 April-1 Mei, Polri Amankan Rumah yang Ditinggal Pemudik

Lihat Foto Operasi Ketupat 18 April-1 Mei, Polri Amankan Rumah yang Ditinggal Pemudik Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Tangkapan Layar)
Editor: Tigor Munte

Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut untuk pengamanan Lebaran 2023, Polri menggelar Operasi Ketupat.

Operasi ini dilakukan secara terpusat dan juga diikuti seluruh wilayah yang akan dimulai sejak 18 April hingga 1 Mei 2023.

Hal ini disampaikannya dalam keterangan pers bersama selepas rakor yang dipimpin Menko PMK Muhadjir Effendy, Kamis, 6 April 2023. 

Menurut Kapolri, terkait dengan tugas yang akan dilaksanakan Polri dalam menangani arus mudik Tahun 2023, Polri menetapkan Operasi Ketupat.

BACA JUGA: Cuti Bersama 19-25 April, Pemerintah Bikin Masyarakat Bergembira di Idul Fitri

"Menghadapi libur Idul Fitri, kepolisian melaksanakan Operasi Ketupat yang akan kami laksanakan secara terpusat dan juga diikuti oleh seluruh wilayah, mulai dari 18 April sampai dengan 1 Mei," terangnya.

Namun demikian ujar kapolri, untuk melaksanakan pra kondisi, pihaknya melaksanakan operasi rutin yang ditingkatkan satu minggu sebelum tanggal 18 April dan satu minggu setelah tanggal 1 Mei.

Sehingga kurun waktu total hampir satu bulan ini Polri melakukan persiapan dan mengantisipasi terkait dengan data yang diberikan oleh kemenhub bahwa ada peningkatan arus mudik dan arus balik.

"Sehingga arahan dari bapak presiden bahwa pelaksanaan pengamanan arus mudik dan balik tahun ini bisa jauh lebih baik daripada tahun kemarin," tukasnya. 

BACA JUGA: Jumlah Pemudik Tahun Ini Diprediksi 123 Juta Orang, Ini Penyebabnya

Itu sebabnya terang kapolri, pihaknya melaksanakan rakor lintas sektoral lebih awal untuk melaksanakan evaluasi sekaligus melakukan sinergitas dalam rangka melakukan perbaikan manajemen terkait dengan rekayasa maupun persiapan-persiapan lain.

Sehingga diharapkan angka kecelakaan lalu lintas bisa diturunkan. Masyarakat tetap bisa melaksanakan mudik dengan aman dan lancar, baik yang melalui jalur tol, melalui jalur arteri maupun melalui jalur-jalur penyeberangan yang berada di Merak, Bakauheni maupun di Gilimanuk.

"Tentunya perlu kami persiapkan dengan baik, apalagi kami mendapatkan informasi bahwa cuaca ini masih akan diwarnai dengan kondisi hujan atau biasa disebut dengan hidrometeorologi sehingga tentunya terkait dengan penyeberangan situasi ombak dan hujan yang ada tentu akan memicu atau menimbulkan potensi bencana, seperti longsor, hujan deras ataupun banjir yang tentunya akan menghambat perjalanan arus mudik," paparnya. 

Kapolri menegaskan, terhadap rumah-rumah yang ditinggal para pemudik, Polri juga akan melaksanakan pengamanan.

"Sehingga pada saat ditinggalkan tetap aman. Semua ini tentu harus kami persiapkan dengan lebih baik sesuai dengan apa yang tadi disampaikan oleh Menteri Koordinator PMK, sehingga tahun ini kualitas pengamanan, kualitas pelayanan terkait dengan arus mudik bisa menjadi lebih baik dibandingkan tahun kemarin," tukasnya. []

 

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya