Tarutung - Panitia Perayaan Natal Gereja Se-Sumatera Utara menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Viktor Tinambunan, di Kantor Pusat HKBP Pearaja, Gedung Raja Pontas Lumban Tobing, pada Minggu, 11 Januari 2026.
Bantuan ini merupakan wujud komitmen dan kepedulian bersama panitia serta seluruh peserta Perayaan Natal Gereja Se-Sumatera Utara yang dilaksanakan pada 22 Desember 2025 di Jakarta, sebagai respons atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, dengan menggaungkan semangat serta ajakan “Tobat Ekologis”
Perayaan Natal tersebut turut dihadiri Bapak Hasyim Djojohadikusomo sebagai Penasehat Gereja-Gereja Asal Sumatera Utara, yang memberikan dukungan moril atas semangat kebersamaan dan solidaritas lintas daerah.
Ketua Umum Panitia Perayaan Natal, Ir. Dumoly Pardede, menyampaikan bahwa bantuan yang terkumpul berupa uang tunai sebesar Rp 500 juta, yang selanjutnya akan disalurkan kepada gereja-gereja HKBP yang dibantu langsung oleh Ephorus HKBP serta juga kepada gereja-gereja asal Sumatera Utara lainnya yang terdampak bencana.
Penyampaian bantuan kepada Ephorus HKBP dilakukan oleh Yudhi Simorangkir, yang menegaskan bahwa dana tersebut merupakan hasil kesepakatan dan kepercayaan seluruh panitia serta peserta Natal.
“Bantuan ini adalah bentuk nyata kasih dan solidaritas umat. Kami mempercayakan sepenuhnya kepada HKBP, melalui Ephorus, untuk menyalurkan bantuan ini kepada jemaat dan gereja HKBP yang benar-benar membutuhkan. Harapan kami, bantuan ini dapat meringankan beban dan menjadi tanda bahwa jemaat tidak berjalan sendiri menghadapi bencana,” ujar Yudhi Simorangkir.
Dari Tim Juru Bicara Panitia, David Tambunan menyampaikan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga wujud kepedulian moral dan spiritual kepada masyarakat terdampak.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan jemaat dan masyarakat. Lebih dari itu, kami ingin menyampaikan pesan penguatan bahwa gereja dan sesama umat hadir bersama mereka di tengah situasi sulit,” kata David.
Senada dengan itu, Ruben Hutabarat, perwakilan Panitia Jakarta lainnya, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan, serta tidak berhenti mendoakan para pemangku kebijakan.
“Kami berharap masyarakat tetap bersatu dan saling menopang. Selain itu, kita juga perlu terus mendoakan pemerintah agar diberi hikmat dan kemampuan dalam menangani bencana serta proses pemulihan pascabencana di Sumatera Utara,” ujar Ruben.
Sementara itu, Albert Tambunan menekankan makna rohani dari bantuan yang diberikan.
Menurutnya, peristiwa bencana harus dimaknai sebagai momentum untuk saling menguatkan dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Kiranya bantuan ini menjadi berkat dan penghiburan bagi jemaat HKBP yang terdampak. Kami berdoa agar jemaat dikuatkan imannya, dipulihkan, dan semakin bersandar kepada Tuhan dalam setiap proses pemulihan,” ungkap Abe.
Usai menerima bantuan tersebut, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Viktor Tinambunan secara simbolis menyerahkan bantuan kepada gereja HKBP yang terdampak, salah satunya HKBP Lobu Pining, sebagai tanda dimulainya proses penyaluran bantuan kepada jemaat.
Dalam sambutannya, Ephorus HKBP menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ir. Dumoly Pardede beserta seluruh panitia dan peserta Perayaan Natal Gereja Se-Sumatera Utara atas kepedulian dan kasih yang telah ditunjukkan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas hati dan pikiran yang telah diberikan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatera Utara. Bantuan ini akan kami salurkan secara bertanggung jawab dan tepat sasaran,” tutur Ephorus HKBP. []