Daerah Minggu, 30 Oktober 2022 | 16:10

Pembangunan Kampung Arab Panjunan Kota Cirebon Dilakukan di Trisemester Pertama 2023

Lihat Foto Pembangunan Kampung Arab Panjunan Kota Cirebon Dilakukan di Trisemester Pertama 2023 Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya. (Foto: Opsi/Charles)
Editor: Yohanes Charles

Cirebon – Destinasi wisata kampung Arab Panjunan pembangunannya direncanakan pada trisemester pertama 2022. Warga Panjunan juga telah siap menyambut keberadaan destinasi wisata kampung Arab Panjunan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya  menjelaskan, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk pembangunan kampung Arab Panjunan.

“Secara dukungan anggaran ada di APBD 2023 sebesar Rp 1,5 miliar,” tutur Agus, Jumat 28 Oktober 2022.

Dari dana tersebut, sebesar Rp 1 miliar digunakan untuk pembangunan fisik. Yaitu berupa gapura maupun ornamen yang mendukung keberadaan kampung Arab Panjunan.

Sedangkan anggaran sebesar Rp 500 juta akan digunakan untuk kegiatan non fisik, seperti menggelar sejumlah event.

Dijelaskan Agus, detail engineering design (DED) untuk pembangunan kampung Arab Panjunan juga sudah ada. DED itu pun mengadopsi keinginan dari warga di kampung Arab Panjunan.

Sedangkan untuk pembangunan fisik direncanakan dimulai pada trisemester pertama 2023 mendatang. Diproyeksikan pertengahan 2023 akan dilakukan grand launching kampung wisata Arab Panjunan.

Agus juga bersyukur karena kesiapan masyarakat, khususnya di 3 RW yang akan dijadikan lokasi kampung wisata luar biasa.

“Setidaknya inisiasinya tumbuh dari bawah. Itu yang membesarkan hati kita. Kita didukung semua elemen,” katanya.

Salah satu kesiapan tersebut yaitu dengan membangun café secara mandiri. Yaitu café wika atau kampung arab Panjunan. Selain itu, mereka juga telah membentuk kelompok sadar wisata yang akan menunjang keberadaan kampung wisata tersebut.

Kampung Arab di Kelurahan Panjunan selanjutnya dibagi menjadi 3 klaster. Untuk RW 04 akan menyelenggarakan seni, budaya dan kuliner. Sedangkan untuk RW 05 akan menyelenggarakan wisata religi dan gerabah.

“Kita akan aktifkan lagi workshop untuk gerabah. Karena cikal bakalnya gerabah di Cirebon itu dari Panjunan,” kata Agus. Sedangkan untuk RW 08 menyediakan wisata oleh-oleh haji dan umrah. []

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya