News Selasa, 05 September 2023 | 14:09

Perang Pernyataan Politisi Demokrat Vs Anies Baswedan Berlanjut

Lihat Foto Perang Pernyataan Politisi Demokrat Vs Anies Baswedan Berlanjut Jansen Sitindaon dan Anies Baswedan. (Foto: Ist)
Editor: Tigor Munte

Jakarta - Kegaduhan narasi antara Partai Demokrat dengan Anies Baswedan pasca cerai koalisi dan dukungan, terus berlanjut.

Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon merespons sejumlah pernyataan Anies Baswedan yang disampaikan di acara Najwa Shihab.

Melalui akun Twitter, Selasa, 5 September 2023, Jansen menegaskan pihaknya akan membalas sejumlah pernyataan Anies. 

Nantinya akan disampaikan dalam podcast Bocor Alus Tempo.  

"Gimana gak mau dibahas lagi? Mas Anies di Najwa dengan kepintarannya bicara mencuci dirinya seakan dia yang paling benar semua. Ya kita bela dirilah," katanya dipetik Opsi.id.

Padahal kata Jansen, Anies juga punya cacat moral `ngingkari` omongannya sendiri. 

"Kriteria cawapres yang dia buat sendiri dimana orang se-Indonesia ini sudah tahu dia ingkari. Omongan mamanya. Guru spiritualnya. Surat yang ditulisnya dan banyak lagi omongannya ke kami. Sedikitpun dia tidak ada minta maaf kan? Versi yang merugikan dirinya mana ada dia omongkan," tukasnya.

"Memang dari huru hara yang terjadi ini, 100 porsen Anies yang benar semua? Sepenuhnya dia maha suci tak ada salah, semua kotornya di kami? Ya jelas enggaklah," tandasnya.

Disebutnya, Koalisi Perubahan sudah jalan satu tahun. Sudah ada ratusan bahkan ribuan jam pertemuan. 

"Karena mas Anies sudah bicara versinya, hari ini di BOCOR ALUS TEMPO tim 8 kami juga akan bicara. Karena kami juga punya dua orang perwakilan di tim itu. Memang dia saja yang benar," katanya. 

Anies dalam keterangannya di acara Najwa mengaku Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh tidak menolak Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai bakal cawapres.

Ia awalnya mengatakan ada perbedaan pandangan dalam pertemuan Tim 8 Koalisi Perubahan pada pekan terakhir bulan Agustus lalu.

"Bahwa pada mulai weekend, 27, 28, 29, Minggu, Senin, Selasa, itu percakapan intensif di Tim 8. Dan pada tanggal 28 sudah ketemu situasi perbedaan pandangan yang tidak bisa dipertemukan," ungkap Anies dikutip Selasa, 5 September 2023.

BACA JUGA: AHY: Gusti Allah Mboten Sare, Tuhan Tidak Tidur

Anies lalu menyampaikan sejak bulan Juni sudah menyodorkan nama AHY kepada NasDem, Demokrat dan PKS. Sebab menurutnya, hanya AHY yang kala itu bersedia mendampinginya.

"PKS memahami bahwa pilihannya memang AHY. Yang tersedia AHY, lalu Demokrat juga gitu," kata Anies.

Namun, Anies menyebut Surya Paloh menyarankan agar deklarasi bakal cawapres tidak digelar dekat-dekat ini. Anies menuturkan, Surya Paloh sama sekali tidak menolak AHY di posisi cawapres.

"Saya sampaikan ke Surya Paloh, dan Pak Surya Paloh ketika mendengar itu. Beliau tidak menolak, tapi beliau mengatakan begini, `Itu adalah opsi yang boleh kita lakukan pencalonan di ujung, tapi tidak sekarang`," tutur Anies.

Paloh pada saat itu meminta Anies memutuskan soal waktu deklarasi bakal cawapres sepulang ibadah Haji. Di sisi lain, Demokrat mendesak Anies segera menggelar deklarasi.

"Nama itu tidak ditolak, tapi tidak dideklarasikan sekarang," kata Anies.[]

 

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya