Aceh - Sebanyak 8 unit perangkat Starlink dikerahkan ke lokasi bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar oleh kepolisian melalui Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK).
Rinciannya, 2 unit di Aceh, 4 unit di Sumatera Utara dan 2 unit di Sumatera Barat.
Salah satu unit di Aceh telah dioperasikan oleh Tim Bid TIK Polda Aceh di Desa Tingkem, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireun.
Mereka memasang dan mengaktifkan akses WiFi Starlink, yang langsung dimanfaatkan warga untuk berkomunikasi dengan keluarga mereka yang sebelumnya tidak dapat dihubungi selama beberapa hari.
Akses WiFi Starlink ini akan terus dioperasikan hingga kondisi komunikasi di wilayah terdampak kembali pulih.
Selain memulihkan komunikasi warga korban bencana, Polri juga terus mendistribusikan bantuan logistik melalui metode airdrop menggunakan helikopter pada Minggu, 30 November 2025.
Bantuan dijatuhkan di tiga lokasi yang masih terisolasi akibat banjir, yaitu Desa Pagaran Lambung di Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, serta Desa Naga Timbul dan Desa Nauli di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Ini merupakan kelanjutan dari operasi besar pendorongan bantuan logistik yang dilakukan Mabes Polri pada 29 November 2025, dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe.
Polri mengerahkan kekuatan udara dan logistik untuk membantu wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Fasilitas udara disiapkan maksimal untuk memastikan percepatan distribusi ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Waastamaops Kapolri, Irjen Pol Laksana, S.I.K., menegaskan bahwa Kapolri telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari bahan makanan, alat komunikasi, genset, hingga peralatan SAR dan medis.
Pengiriman dilakukan bertahap, baik dari Mabes Polri maupun dari polda-polda tetangga yang tidak terdampak.
Ketika akses darat di sejumlah wilayah Taput dan Tapteng masih terputus serta cuaca berubah-ubah, metode airdrop menjadi pilihan efektif untuk memastikan bantuan tiba tepat waktu.
Melalui helikopter, petugas menurunkan makanan siap saji, air bersih, selimut, obat-obatan, dan perlengkapan darurat lainnya untuk warga yang telah beberapa hari terisolasi.
Seorang warga Desa Pagaran Lambung mengungkapkan rasa syukurnya setelah menerima kiriman bantuan tersebut.
“Kami terputus sejak banjir besar itu. Bantuan yang dijatuhkan dari helikopter ini benar-benar menyelamatkan kami,” ujarnya. []