PEMATANGSIANTAR - Politisi PDIP yang juga dikenal sebagai pengusaha asal Kota Pematangsiantar, Astronout Nainggolan bersuara terkait penanganan bencana di Pulau Sumatra.
Dalam pandangan Astronout, pemerintah daerah di Sumut, Aceh, dan Sumbar tampak kesulitan dalam penanganan pasca banjir dan longsor yang terjadi di ujung November 2025 lalu.
Hal itu bahkan bisa dilihat dari beberapa kepala daerah di Aceh yang angkat bendera. Menyatakan ketidakmampuan menangani pasca bencana.
Begitu juga di Sumut dan Sumbar, tampak penanganan di lokasi bencana terbilang lambat, baik untuk menemukan para korban hilang, distribusi logistik ke lokasi terisolir hingga perbaikan infrastruktur untuk membuka akses di wilayah terdampak.
“Gak mampu daerah menanggulangi itu sepenuhnya,” kata pria yang juga pengusaha di Papua tersebut, Sabtu, 6 Desember 2015.
Menurut dia, penanganan pasca bencana memasuki fase pemulihan dan itu yang paling penting saat ini.
Karena warga terdampak yang terkena bencana seluruhnya kehilangan harta benda dan paling utama kehilangan mata pencaharian.
“Karena daerah tidak akan mampu menolong dan memulihkan daerah yang terkena bencana, karena terkendala anggaran,” tukas dia.
Astronout mengingatkan, diperlukan kebijakan secara nasional untuk menyelamatkan rakyat dan memulihkan keadaan ekonomi serta trauma rakyat pasca bencana.
Dia menilai, pemerintah daerah dalam melakukan pertolongan darurat saja sudah kewalahan.
Apalagi, BMKG, BNPB dan Basarnas tidak memiliki anggaran yang memadai.
“Rakyat bukan hanya kehilangan rumah, nyawa, dan seluruh miliknya. Tapi juga kehilangan mata pencaharian. Kalau bantuan darurat habis, mereka tetap tidak bisa makan. Sawah dan ladang mereka hilang lenyap dilindas banjir bandang,” katanya mengingatkan.
Selain itu kata Astronout, dibutuhkan dana besar untuk memulihkan kerusakan infrastruktur. Tentunya, infrastruktur yang kuat terhadap banjir dan longsor.
Dan diperlukan kebijakan relokasi masyarakat dari lokasi yang rawan terkena bencana.
“Yang jelas, jumlah anggaran daerah provinsi, kabupaten/kota yang terkena bencana tidak akan cukup untuk memulihkan daerah yang terkena bencana. Akibat pemotongan anggaran di pusat,” katanya.
Dengan alasan itu, Astronout mendukung seruan banyak pihak agar pemerintah pusat menetapkan bencana nasional di Pulau Sumatra.
DPR RI kata dia, lewat desakan politik bisa meminta Presiden Prabowo melakukan itu
“Sebaiknya DPR RI mendesak Presiden Prabowo menetapkan bencana yang terjadi di Aceh, Sumut dan Sumbar menjadi darurat bencana nasional,” katanya. []