Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Konferensi Daerah (Konferda) V Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Raya, di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta.
Konferda yang mengusung tema “Menyongsong 500 Tahun Jakarta dan Tantangan Membangun Peradaban Kota” tersebut menjadi ruang refleksi peran Jakarta sebagai kota yang tengah meneguhkan diri menuju Kota Global.
Gubernur Pramono mengajak seluruh alumni GMNI untuk turut berkontribusi aktif dalam proses transformasi Jakarta ke depan.
“Pengalaman, jejaring, dan intelektualitas yang dimiliki para alumni GMNI merupakan kekuatan penting bagi arah pembangunan Jakarta. Dengan pemikiran kritis dan komitmen pada nilai-nilai kerakyatan, alumni GMNI adalah mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat bagi masyarakat,” ujar Gubernur Pramono dalam keterangannya dikutip Senin, 15 Desember 2025.
Gubernur Pramono menyampaikan, langkah Jakarta menuju Kota Global mulai menunjukkan hasil. Dalam delapan bulan kepemimpinannya, peringkat Jakarta naik menjadi peringkat 71 dari 156 kota dunia.
Menurut dia, capaian tersebut didorong oleh fokus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani tiga tantangan utama perkotaan, yakni banjir, kemacetan, dan polusi yang terus diupayakan secara berkelanjutan hingga saat ini.
“Seluruh capaian ini merupakan hasil kerja sistematis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama seluruh elemen masyarakat. Kami ingin memastikan pembangunan berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan, serta membuka kesempatan yang adil bagi setiap warga untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi bagi kemajuan Jakarta,” jelasnya.
Lebih lanjut Gubernur Pramono menegaskan bahwa GMNI sejak lama memiliki peran strategis dalam menjaga kebangsaan, nasionalisme, serta kepedulian terhadap persoalan kemiskinan.
Oleh karena itu, pembukaan Konferda V GMNI Jakarta Raya dilaksanakan di Balai Kota sebagai bentuk dukungan dan ruang dialog antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah.
Ia berharap kepengurusan GMNI yang baru dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya dalam upaya menurunkan ketimpangan dan kemiskinan di ibu kota.
Meskipun berbagai indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat kemiskinan, dan pengangguran menunjukkan perbaikan, persoalan ketimpangan masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani bersama.
“Program-program yang kami jalankan di lapangan saya yakini sejalan dan senapas dengan semangat perjuangan GMNI. Kolaborasi ini penting agar pembangunan Jakarta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Gubernur Pramono Anung. []