News Selasa, 16 Desember 2025 | 00:12

Pramono Anung Buka Jakarta Festive Wonders 2025, Perkuat Ekonomi dengan Digitalisasi dan Kolaborasi

Lihat Foto Pramono Anung Buka Jakarta Festive Wonders 2025, Perkuat Ekonomi dengan Digitalisasi dan Kolaborasi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan event Jakarta Festive Wonders 2025 di Senayan City, Jakarta Selatan (Jaksel). Foto: Pemprov DKI Jakarta.

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan event Jakarta Festive Wonders 2025 di Senayan City, Jakarta Selatan (Jaksel). Ajang yang berlangsung pada 13 Desember 2025–10 Januari 2026 ini merupakan lomba digitalisasi transaksi dan dekorasi di pusat perbelanjaan, serta hotel di Jakarta.

Pramono Anung menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen memperkuat perekonomian melalui kolaborasi dan langkah strategis di berbagai sektor.

"Pelaksanaan Jakarta Festive Wonders diproyeksikan mendorong konsumsi masyarakat dan mempercepat inovasi pengelola mal dan hotel,” ujar Gubernur Pramono dalam sambutannya dikutip Senin, 15 Desember 2025.

Jakarta Festive Wonders 2025 merupakan kolaborasi Pemprov DKI dengan Bank Indonesia DKI Jakarta, OJK Jabodebek, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Jakarta Hotel Association, serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). Pendaftaran lomba dibuka pada 10–19 Desember 2025.

Pramono berkata, untuk mendukung pelaksanaan acara, Pemprov DKI telah menerbitkan Keputusan Gubernur Nomor 870 Tahun 2025 mengenai pemberian pengurangan dan pembebasan pajak reklame.

Menurut dia, kebijakan ini memungkinkan penayangan reklame terkait kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) tanpa pungutan pajak selama periode acara. Lomba ini diikuti sekitar 300 hotel dan 101 pusat perbelanjaan.

"Jika tenant ingin ikut, silakan. Yang penting, kegiatan ini harus mampu menarik lebih banyak orang datang ke Jakarta untuk berbelanja dan meramaikan pusat perbelanjaan. Itulah yang benar-benar saya harapkan. Kami akan memberikan insentif perpajakan bagi siapa pun yang ikut lomba ini,” tutur Gubernur Pramono.

Ia menyebut perlombaan ini tidak hanya ditujukan untuk memeriahkan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru, tetapi juga menjadi instrumen menjaga stabilitas inflasi.

Hingga November 2025, inflasi Jakarta tercatat 2,27 persen dan diproyeksikan berada pada kisaran 2,6–2,7 persen hingga akhir tahun, masih dalam rentang sasaran nasional.

Menurut Gubernur Pramono, perekonomian Jakarta terus menunjukkan kinerja positif sebagai pusat ekonomi nasional.

Sebab, Jakarta menyumbang 16,61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,96 persen (yoy) pada triwulan III 2025.

"Sektor pariwisata dan gaya hidup kota juga tumbuh, termasuk peningkatan 9,55 persen pada lapangan usaha penyediaan akomodasi serta bisnis makanan dan minuman," katanya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta menunjukkan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Oktober 2025 mencapai 57,69 persen, meningkat signifikan dibanding bulan sebelumnya. Pada hotel nonbintang, TPK berada di angka 42,36 persen.

Hingga saat ini, Jakarta memiliki 102 mal dengan tingkat okupansi 96 persen. Rata-rata lama menginap tamu hotel mencapai 1,56 malam untuk hotel berbintang dan 1,368 malam untuk hotel nonbintang. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan hingga 6,05 persen.

“Hal ini menunjukkan Jakarta benar-benar masih menjadi tumpuan harapan di Indonesia. Karena itu, agar perekonomian tetap terjaga dan perayaan Natal serta Tahun Baru berlangsung meriah, kita adakan lomba dekorasi Natal ini di pusat perbelanjaan. Apalagi, hadiahnya diberikan Pemprov DKI melalui insentif perpajakan,” kata Gubernur Pramono Anung.[]

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya