Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga DKI Jakarta akan melakukan pembongkaran tiang monorel yang terbengkalai di sisi timur Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dimulai pada Rabu, 14 Januari 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, alasan pihaknya membongkar monorel pada hari Rabu, agar pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut tidak menggunakan kendaraan pribadi.
Sebab, kawasan HR Rasuna Said masuk dalam kawasan padat dan rawan kemacetan.
"Harinya sudah kita tentukan hari Rabu. Kenapa hari Rabu? Supaya pejabat siapapun yang datang ke situ enggak pakai kendaraan pribadi, supaya enggak membuat macet," ucap Pramono Anung di kawasan Jakarta Pusat, dikutip Jumat, 9 Januari 2026.
Lebih lanjut Pramono meminta Dinas Bina Marga DKI dan pihak yang melakukan pembongkaran untuk memaksimalkan waktu malam hari agar tidak mengganggu lalu lintas di sekitar untuk menghindari kemacetan.
"Tentunya saya juga sudah meminta kepada Dinas Bina Marga untuk pembongkaran harus maksimal dilakukan malam hari, supaya tidak mengganggu transportasi yang ada di Rasuna Said," ujarnya.
Sebagai informasi, proses pembongkaran ditargetkan berlangsung selama 98 hari dengan estimasi satu tiang dibongkar setiap hari kerja. Adapun ada sebanyak 98 tiang monorel di sepanjang jalan tersebut.
Dalam pembongkaran itu, Dinas Bina Marga DKI mengalokasikan anggaran Rp100 miliar untuk membersihkan tiang monorel yang terbengkalai hampir dua dekade tersebut.